Jakarta Timur, Indonesia askgiteknindo@gmail.com +62 822-5870-0105
Menu Tutup

4G Rugged Gateway Worldsensing

Jika anda berminat untuk membeli alat 4G Rugged Gateway Worldsensing yang disediakan oleh Global Intan Teknindo, silahkan anda langsung hubungi kami melalui :

PT. Global Intan Teknindo

Worldsensing menghadirkan 4G Rugged Gateway sebagai outdoor LoRa gateway kelas operator yang menjadi pusat komunikasi utama untuk jaringan pemantauan nirkabel. Gateway ini menggabungkan konektivitas backhaul 4G dan Ethernet untuk mentransmisikan data dari berbagai edge device Worldsensing ke platform manajemen. Dengan desain ruggedized IP68 dan kemampuan menjangkau hingga 15 km. Perangkat ini ideal untuk proyek konstruksi, tambang terbuka, bendungan tailing, jembatan, bangunan, dan jalur kereta api di lokasi terpencil sekalipun.

Pusat Komunikasi untuk Jaringan Pemantauan

4G Rugged Gateway berfungsi sebagai hub komunikasi inti yang menghubungkan ratusan edge device Worldsensing dalam satu jaringan. Gateway ini menerima data dari sensor-sensor di lapangan melalui komunikasi radio LoRa/LoRaWAN, kemudian meneruskannya ke platform manajemen melalui koneksi backhaul 4G atau Ethernet. Perangkat ini mampu mengelola jutaan pesan dua arah setiap harinya, memastikan aliran data yang lancar dari sensor ke pusat analisis. Dengan skalabilitas tinggi, satu gateway dapat menangani hingga 30 pesan per menit untuk deployment Edge, sementara deployment multi-gateway dengan Cloud Gateway dapat mencapai 300 pesan per menit.

Jangkauan Luar Biasa hingga 15 km

Gateway ini menggunakan teknologi LoRa/LoRaWAN dengan multi-spreading factor untuk memberikan cakupan radio yang luar biasa hingga 15 km di area terbuka. Sensitivitas penerima mencapai -141 dBm (SF12), memungkinkan komunikasi yang andal bahkan di medan yang sulit. Gateway mendukung pita frekuensi ISM sub-GHz unlicensed untuk semua wilayah internasional. Fleksibilitas frekuensi ini menjadikan gateway solusi global untuk berbagai proyek pemantauan di seluruh dunia.

Dua Varian untuk Kebutuhan Berbeda

Worldsensing menyediakan dua varian 4G Rugged Gateway untuk menyesuaikan dengan kebutuhan operasional pengguna. 4G Rugged Gateway Edge hadir dengan CMT Edge yang tertanam di dalam perangkat, memungkinkan pengguna mengoperasikan jaringan, perangkat, dan data secara lokal melalui Ethernet atau 4G. Varian ini ideal untuk deployment single-net yang independen dan tidak memerlukan koneksi internet terus-menerus. Sementara itu, 4G Rugged Gateway Cloud dirancang untuk deployment multi-net dengan redundansi data. Jika satu gateway gagal terhubung, data dari edge device akan dialihkan melalui gateway alternatif dalam jaringan ke CMT Cloud. Pengguna dapat mengelola banyak jaringan, perangkat, dan data dari satu antarmuka terpadu di CMT Cloud.

Desain Tangguh untuk Lingkungan Ekstrem

4G Rugged Gateway hadir dalam enclosure IP68 yang tahan air dan debu, dirancang khusus untuk kondisi lapangan yang keras. Perangkat ini beroperasi pada suhu -40°C hingga +60°C, menjadikannya andal di berbagai iklim ekstrem. Antena internal terintegrasi mencakup GPS, 4G, dan LoRa dengan peak gain 2,6 dBi, dengan opsi antena eksternal untuk kebutuhan jangkauan tambahan. Konsumsi daya rata-rata hanya 4,5 W dengan opsi daya PoE (Mode A dan B sesuai 802.3af) atau melalui USB-C. Gateway dilengkapi dengan interface Ethernet waterproof RJ45, slot Mini SIM Card waterproof untuk konektivitas 4G dengan modul Worldwide yang memiliki fallback 3G/2G, serta port USB-C untuk akses lokal.

Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, pengguna dapat melihat datasheet teknis, panduan pemasangan, serta dokumentasi resmi 4G Rugged Gateway Worldsensing di situs resmi Worldsensing.

Spesifikasi

Spesifikasi Detail
Model GNSS Meter (LSG7GNS-SXLH / LSG7GNS-SXLH-RAI)
Merek Worldsensing
Sensor Utama GNSS Multi-band RTK
Sensor Sekunder Tiltmeter 3-axis MEMS, suhu, kelembaban
Akurasi (24h Agregasi) 2 mm horizontal, 3 mm vertikal
Kanal GNSS 184
Konstelasi Satelit GPS/QZSS: L1C/A, L2C; GLONASS: L1OF, L2OF; Galileo: E1-B/C, E5b; BeiDou: B1I, B2I
Teknologi Koreksi Real-Time Kinematic (RTK)
Rentang Tiltmeter ±90°
Periode Pelaporan 1 jam (dengan agregasi 6h dan 24h)
Format Pelaporan Koordinat geodetik (WGS84)
Sinkronisasi Waktu >50 ms (GNSS)
Komunikasi LoRa radio (ISM sub GHz)
Jangkauan Komunikasi Hingga 15 km (area terbuka)
Sumber Daya 4 x 3,6 V D-size user-replaceable batteries
Masa Pakai Baterai >3 tahun (tergantung konfigurasi)
Waktu Pemanasan 10 s, 20 s, atau 30 s (selectable)
Suhu Operasi -40°C hingga 80°C
Tingkat Perlindungan IP68
Antena GNSS low-profile external
Konfigurasi Worldsensing App, CMT Edge, CMT Cloud
Aplikasi Utama Pemantauan penurunan tanah, subsidensi, stabilitas lereng, rel kereta api, bendungan tailing, tambang terbuka

Fitur Unggulan

  • Presisi Milimeter RTK: Akurasi 2 mm horizontal dan 3 mm vertikal untuk nilai agregasi 24 jam dengan teknologi Real-Time Kinematic multi-band.
  • Konfigurasi Fleksibel Base & Rover: Beroperasi sebagai base station atau mobile rover sesuai kebutuhan pemantauan.
  • 184 Kanal GNSS Multi-Konstelasi: Mendukung GPS/QZSS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou untuk ketersediaan sinyal tinggi.
  • Tiltmeter 3 Sumbu Terintegrasi: Mengukur kemiringan ±90° untuk data pergerakan vertikal saat kondisi RTK tidak tersedia.
  • Sensor Lingkungan Terintegrasi: Sensor suhu dan kelembaban internal untuk memantau kondisi perangkat.
  • Komunikasi LoRa Jarak Jauh: Transmisi data nirkabel hingga 15 km tanpa ketergantungan pada koneksi seluler atau internet.
  • Masa Pakai Baterai >3 Tahun: Operasi mandiri jangka panjang dengan 4 baterai D-size 3,6V yang dapat diganti.
  • Tahan Lingkungan Ekstrem: Tingkat perlindungan IP68 dan suhu operasi -40°C hingga 80°C.
  • Antena GNSS Low-Profile: Desain ramping untuk pemasangan pada rel kereta api tanpa mengganggu operasional.
  • Konfigurasi Nirkabel: Pengaturan perangkat melalui Worldsensing App, CMT Edge, atau CMT Cloud.
  • Integrasi dengan Sensor Lain: Kompatibel dengan piezometer, inclinometer, dan sensor geoteknik lainnya untuk solusi pemantauan komprehensif.

Aplikasi

GNSS Meter Worldsensing memiliki beragam aplikasi di berbagai sektor pemantauan geoteknik dan infrastruktur. Berikut adalah beberapa skenario aplikasi utama:

Pemantauan Penurunan Tanah dan Subsidensi

Insinyur menggunakan GNSS Meter untuk melacak pergerakan tanah 3D pada struktur, fondasi, dan infrastruktur. Dengan presisi milimeter, perangkat ini sangat ideal untuk memantau penurunan pada bendungan tailing, jalan, rel kereta api, tanggul, abutmen jembatan, dermaga, bangunan, dan penggalian bawah tanah. Pengguna dapat menggabungkan GNSS Meter dengan piezometer, ekstensometer, dan sistem pemantauan penurunan lainnya untuk pemantauan yang komprehensif.

Pemantauan Stabilitas Lereng dan Tambang Terbuka

GNSS Meter memantau pergerakan lereng, tambang terbuka, dan area tidak stabil dengan presisi milimeter. Perangkat ini terintegrasi secara mulus dengan jaringan Worldsensing untuk memberikan data real-time tentang pergerakan tanah. Aplikasi ini sangat penting untuk keselamatan operasi tambang dan pencegahan longsor yang dapat membahayakan pekerja dan infrastruktur.

Pemantauan Rel Kereta Api

GNSS Meter dengan antena low-profile dirancang khusus untuk pemantauan rel kereta api. Perangkat ini melacak pergerakan horizontal dan vertikal rel, termasuk penurunan dan pengangkatan, serta menyediakan titik referensi absolut untuk kalibrasi sensor lain dan metode survei. Desain antena yang ramping memungkinkan pemasangan tanpa mengganggu operasional kereta api.

Pemantauan Subsidensi Pesisir dan Reklamasi Lahan

GNSS Meter memantau pergerakan tanah 3D seperti subsidensi pesisir atau pergeseran akibat batuan mengembang dan tanah ekspansif. Perangkat ini kompatibel dengan teknik geospasial seperti InSAR atau Total Station untuk pemantauan yang komprehensif. Aplikasi ini mencakup proyek reklamasi lahan, subsidensi tambang, dan manajemen pengangkatan tanah.

Integrasi dengan Sensor Geoteknik Lainnya

GNSS Meter terintegrasi dengan berbagai sensor geoteknik lainnya seperti piezometer, inclinometer, ekstensometer, dan sistem pemantauan penurunan. Kombinasi ini memberikan solusi pemantauan yang komprehensif untuk proyek-proyek besar, memungkinkan insinyur memahami perilaku tanah dan struktur secara holistik.

Studi Kasus: Pemantauan Bendungan Tailing di Amerika Selatan

Sebuah perusahaan pertambangan di Amerika Selatan menggunakan GNSS Meter Worldsensing untuk memantau stabilitas bendungan tailing. Tim memasang 15 unit GNSS Meter di sekitar bendungan, dengan beberapa berfungsi sebagai base station dan lainnya sebagai rover. Perangkat ini mengirimkan data posisi secara real-time melalui jaringan LoRa ke gateway, kemudian ke CMT Cloud untuk analisis. Dengan akurasi 2 mm horizontal dan 3 mm vertikal, sistem mendeteksi pergerakan tanah sekecil 5 mm yang mengindikasikan potensi ketidakstabilan. Peringatan dini memungkinkan tim mengambil tindakan mitigasi sebelum terjadi kegagalan bendungan, melindungi lingkungan dan masyarakat di sekitar area tambang. Masa pakai baterai lebih dari 3 tahun memungkinkan pemantauan tanpa gangguan tanpa perlu penggantian baterai yang sering.