Jakarta Timur, Indonesia sales@giteknindo.id +62 822-5870-0105
Menu Tutup

Uji Geser Langsung (Direct Shear Test): Parameter Kuat Geser Tanah & Desain Geoteknik

Dalam rekayasa geoteknik dan konstruksi sipil, kegagalan massa tanah pada lereng, dasar fondasi dangkal, maupun dinding penahan tanah (retaining wall) hampir selalu diawali oleh keruntuhan geser (shear failure). Untuk memprediksi daya dukung tanah dan stabilitas timbunan secara presisi, para insinyur mengandalkan Uji Geser Langsung (Direct Shear Test) di laboratorium.

Poin Penting Ringkas

Direct Shear Test adalah metode laboratorium standar untuk menentukan parameter kuat geser tanah, yaitu Kohesi (c) dan Sudut Gesek Dalam (φ). Pengujian dilakukan dengan menempatkan contoh tanah di dalam kotak geser (shear box), memberikan tegangan normal konstan (σ), lalu mendorong paruh kotak secara horizontal hingga terjadi bidang runtuh geser terdefinisi sesuai ASTM D3080 dan SNI 2813:2008.

Kriteria Keruntuhan Mohr-Coulomb dan Parameter Kuat Geser

Kekuatan tanah dalam menahan gaya lateral didefinisikan melalui persamaan linear Mohr-Coulomb. Hubungan antara kuat geser maksimum (τf), tegangan normal efektif (σ'), kohesi tanah (c'), dan sudut gesek dalam (φ') dirumuskan sebagai:

Persamaan Kuat Geser Mohr-Coulomb

τf = c' + σ' · tan(φ')
Di mana: τf = tegangan geser saat runtuh (kPa), c' = kohesi efektif tanah (kPa), σ' = tegangan normal efektif yang bekerja tegak lurus bidang geser (kPa), dan φ' = sudut gesek dalam efektif (°).

Direct Shear Test Set alat uji geser langsung mekanika tanah laboratorium Perangkat Direct Shear Test Set lengkap dengan load frame, proving ring, dan mikrometer dial gauge pengukur deformasi.
Artikel Terkait Mengenal Uji Cone Penetration Test (CPT/Sondir) untuk Investigasi Tanah Lapangan →

Komponen Utama Perangkat Direct Shear Test

Peralatan uji geser langsung dirancang untuk memberikan kendali beban normal dan laju deformasi geser yang stabil:

  • Kotak Geser (Split Shear Box): Terdiri dari dua paruh cincin logam tahan karat (bagian atas dan bawah) yang dapat bergeser secara bebas tanpa gesekan mekanik berlebih.
  • Batu Pori & Pelat Bergelombang (Porous Stones & Grid Plates): Ditempatkan di atas dan bawah benda uji untuk memungkinkan drainase air pori selama proses konsolidasi dan penggeseran.
  • Rangka Beban Normal (Normal Load Hanger & Lever System): Memberikan beban vertikal terkalibrasi melalui sistem lengan beban (lever arm ratio 1:10 atau beban pneumatik).
  • Proving Ring / Load Cell: Mengukur besarnya gaya geser horizontal (shear force, Fs) yang bekerja pada bidang kontak tanah.
  • Dial Gauge / Sensor LVDT: Mengukur perpindahan horizontal (deformasi geser) dan perpindahan vertikal (perubahan volume/dilatasi tanah) secara real-time.

Tabel Perbandingan Karakteristik Tanah Berdasarkan Parameter Direct Shear

Nilai kohesi dan sudut gesek dalam sangat bervariasi tergantung pada jenis partikel tanah, kepadatan relatif, dan kadar air:

Jenis Tanah Kohesi Tipikal, c (kPa) Sudut Gesek Dalam, φ (°) Karakteristik Keruntuhan Aplikasi Desain Utama
Pasir Lepas (Loose Sand) 0 28° s.d. 34° Kontraktif (volume menyusut saat geser) Likuefaksi, reklamasi pantai
Pasir Padat (Dense Sand) 0 s.d. 5 35° s.d. 45° Dilatatif (volume mengembang saat geser) Fondasi dangkal beban berat
Lempung Lunak (Soft Clay) 10 s.d. 25 0° s.d. 15° (Undrained) Penurunan konsolidasi lambat Timbunan jalan di atas tanah lunak
Lempung Kaku (Stiff Clay) 30 s.d. 75 18° s.d. 28° Bidang gelincir progresif Galian lereng dan dinding basement
Baca Juga Pemantauan Kestabilan Lereng: Solusi Modern untuk Mencegah Longsor Tambang →

Prosedur 5 Langkah Pengujian Direct Shear Sesuai ASTM D3080

  1. Pencetakan Sampel (Specimen Preparation): Masukkan sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample) atau sampel kompaksi ke dalam cincin pemotong sesuai diameter standar (biasanya 60 mm atau 63,5 mm).
  2. Pemasangan dalam Kotak Geser: Letakkan batu pori di dasar kotak geser, masukkan sampel tanah, lalu pasang pelat transfer beban di bagian atas.
  3. Tahap Pembebanan Normal & Konsolidasi: Berikan beban vertikal pertama (misal 50 kPa). Pasang dial vertikal dan biarkan sampel terkonsolidasi hingga penurunan primer selesai.
  4. Tahap Penggeseran (Shearing Phase): Jalankan motor penggerak dengan laju regangan konstan (misal 0,5 s.d. 1,0 mm/menit untuk uji teralirkan/drained). Catat pembacaan beban geser dan deformasi tiap interval 15 detik.
  5. Pengulangan Benda Uji Minimal 3 Titik: Ulangi prosedur pada 2 sampel identik lainnya dengan beban normal yang lebih tinggi (misal 100 kPa dan 200 kPa) untuk membentuk garis selubung kegagalan Mohr-Coulomb.

Peralatan Pengujian Tanah & Geoteknik Berkualitas

Direct Shear Test Set Giteknindo
Laboratorium Tanah

Direct Shear Test Set

Perangkat lengkap uji geser langsung tanah standar ASTM D3080 dengan proving ring presisi dan dial indicator mikro.

Lihat Detail Produk
Digital Vertical Inclinometer System Ace Instruments
Monitoring Lereng

Digital Inclinometer System

Sistem inclinometer digital untuk pemantauan deformasi lateral lereng dan dinding penahan tanah di lapangan secara real-time.

Lihat Detail Produk

Kesimpulan

Pengujian Direct Shear merupakan uji mekanika tanah esensial yang menghasilkan parameter desain fondasi dan kestabilan lereng yang realistis. Menggunakan set alat uji Direct Shear yang terkalibrasi memastikan akurasi data uji laboratorium sesuai standar SNI 2813:2008 dan ASTM D3080.

Butuh Produk & Jasa Geoteknik Terpercaya?