Deskripsi
Thermal Anemometer 405 merupakan alat ukur yang membantu pengguna mengukur kecepatan udara, aliran volumetrik, dan temperatur secara praktis. Perangkat ini menggunakan prinsip pengukuran thermal sehingga pengguna dapat memeriksa kondisi aliran udara dengan cepat.
Kecepatan udara menjadi salah satu parameter penting dalam sistem ventilasi dan tata udara. Perubahan aliran dapat memengaruhi distribusi udara di dalam ruangan. Karena itu, teknisi perlu melakukan pengukuran secara berkala untuk mengetahui kondisi sistem secara aktual.
Thermal Anemometer 405 mendukung kebutuhan tersebut melalui probe teleskopik yang dapat mencapai panjang 300 mm. Desain tersebut memudahkan teknisi melakukan pengukuran pada saluran ventilasi tanpa harus menggunakan alat tambahan yang rumit.
Mengukur Kecepatan Aliran Udara
Thermal Anemometer 405 membantu pengguna mengetahui kecepatan udara pada titik pengukuran. Sensor thermal membaca pergerakan udara dan kemudian menampilkan hasilnya pada layar.
Perangkat memiliki rentang pengukuran hingga 10 m/s pada kondisi temperatur 0 hingga +50 °C. Selain itu, perangkat juga dapat mengukur kecepatan hingga 5 m/s pada temperatur -20 hingga 0 °C. Resolusi pengukuran mencapai 0,01 m/s.
Dengan kemampuan tersebut, teknisi dapat melakukan pemeriksaan pada berbagai kondisi aliran udara. Hasil pengukuran juga membantu pengguna mengevaluasi apakah aliran udara sudah berjalan sesuai kebutuhan.
Menghitung Aliran Volumetrik
Selain mengukur kecepatan udara, Thermal Anemometer 405 dapat menghitung volumetric flow hingga 99.990 m³/h. Kemampuan ini memberikan informasi tambahan mengenai jumlah udara yang bergerak melalui suatu sistem.
Data aliran volumetrik sangat berguna ketika teknisi melakukan pemeriksaan sistem ventilasi. Teknisi dapat menggunakan hasil tersebut untuk mengevaluasi kinerja distribusi udara.
Dengan demikian, pengguna tidak hanya memperoleh informasi mengenai kecepatan udara. Pengguna juga dapat mengetahui besarnya aliran udara yang melewati area pengukuran.
Cocok untuk Pemeriksaan Saluran Ventilasi
Thermal Anemometer 405 memiliki probe teleskopik yang dapat diperpanjang hingga 300 mm. Fitur tersebut membantu teknisi menjangkau bagian dalam saluran ventilasi dengan lebih mudah.
Selain itu, perangkat menyediakan duct bracket yang membantu pengguna menempatkan probe pada posisi pengukuran. Posisi probe yang tepat dapat membantu teknisi memperoleh hasil pengukuran yang lebih konsisten.
Karena itu, alat ini cocok untuk pemeriksaan saluran HVAC. Teknisi dapat menggunakannya ketika melakukan pengecekan aliran udara pada sistem ventilasi dan pendingin udara.
Akurat pada Kecepatan Udara Rendah
Salah satu keunggulan Thermal Anemometer 405 terletak pada kemampuannya mengukur kecepatan udara rendah. Perangkat memberikan akurasi yang lebih baik pada rentang 0 hingga 2 m/s.
Kemampuan tersebut berguna ketika teknisi perlu mencari sumber draft atau hembusan udara kecil. Misalnya, teknisi dapat memeriksa area sekitar jendela, pintu, atau bagian ruangan yang mengalami aliran udara tidak diinginkan.
Dengan pengukuran yang lebih sensitif pada kecepatan rendah, teknisi dapat menemukan perubahan aliran udara dengan lebih mudah. Selanjutnya, teknisi dapat melakukan pemeriksaan terhadap sumber masalah.
Mengukur Temperatur Udara
Thermal Anemometer 405 juga mengukur temperatur menggunakan sensor NTC. Rentang pengukuran temperatur mencapai -20 hingga +50 °C, dengan resolusi 0,1 °C dan akurasi ±0,5 °C.
Informasi temperatur membantu pengguna memperoleh gambaran kondisi udara secara lebih lengkap. Teknisi dapat menggabungkan data temperatur dengan data kecepatan udara ketika melakukan pemeriksaan sistem HVAC.
Dengan cara tersebut, pengguna dapat melihat hubungan antara kondisi temperatur dan pergerakan udara pada area pengukuran.
Layar yang Mudah Dibaca
Pembacaan hasil menjadi bagian penting dalam kegiatan inspeksi lapangan. Thermal Anemometer 405 menggunakan layar LCD yang membantu pengguna melihat hasil pengukuran secara langsung.
Selain itu, kepala display dapat diputar sehingga pengguna dapat menyesuaikan posisi layar. Fitur ini membantu teknisi membaca data ketika melakukan pengukuran pada posisi yang sulit dijangkau.
Dengan posisi layar yang fleksibel, teknisi dapat bekerja dengan lebih nyaman. Pengguna juga dapat mengurangi kebutuhan untuk mengubah posisi alat hanya demi membaca hasil pengukuran.
Melindungi Sensor Saat Tidak Digunakan
Thermal Anemometer 405 memiliki protective cap yang melindungi sensor aliran dari tekanan mekanis ketika alat tidak digunakan. Pengguna dapat menutup sensor setelah menyelesaikan pengukuran.
Perlindungan tersebut membantu menjaga bagian sensor selama proses penyimpanan dan pemindahan alat. Karena itu, pengguna dapat membawa perangkat ke lokasi pemeriksaan dengan lebih praktis.
Mendukung Pemeriksaan HVAC
Sistem HVAC membutuhkan aliran udara yang sesuai agar distribusi udara berjalan dengan baik. Jika aliran udara terlalu rendah, sistem mungkin tidak dapat mendistribusikan udara sesuai kebutuhan.
Karena itu, teknisi perlu melakukan pengukuran pada saluran ventilasi secara berkala. Thermal Anemometer 405 membantu proses tersebut dengan mengukur kecepatan udara, aliran volumetrik, dan temperatur.
Teknisi kemudian dapat menggunakan hasil pengukuran untuk mengevaluasi kondisi sistem. Jika hasil menunjukkan perubahan yang signifikan, teknisi dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada sistem ventilasi.
Praktis untuk Pemeriksaan Lapangan
Thermal Anemometer 405 memiliki desain yang relatif ringan dengan bobot sekitar 115 gram termasuk baterai. Panjang total perangkat mencapai 490 mm, sedangkan panjang probe mencapai 300 mm.
Perangkat menggunakan tiga baterai AAA dengan daya tahan sekitar 20 jam. Dengan sumber daya tersebut, teknisi dapat membawa alat untuk melakukan berbagai pemeriksaan tanpa membutuhkan instalasi permanen.
Pada akhirnya, desain tersebut mendukung kebutuhan pengukuran yang cepat dan fleksibel.
Solusi Pengukuran Aliran Udara
Thermal Anemometer 405 memberikan solusi praktis untuk mengukur kondisi aliran udara pada berbagai kebutuhan pemeriksaan. Perangkat menggabungkan pengukuran kecepatan udara, volumetric flow, dan temperatur dalam satu alat.
Probe teleskopik membantu teknisi menjangkau saluran ventilasi. Sementara itu, display yang dapat diputar memudahkan pembacaan hasil dari berbagai posisi. Selain itu, protective cap membantu menjaga sensor ketika perangkat tidak digunakan.
Dengan kemampuan tersebut, Thermal Anemometer 405 dapat membantu teknisi melakukan pemeriksaan HVAC dan ventilasi secara lebih praktis. Data pengukuran juga dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi aliran udara dan menentukan tindakan pemeliharaan yang diperlukan.
Thermal Anemometer 405 menjadi pilihan praktis bagi pengguna yang membutuhkan alat ukur kecepatan udara, aliran volumetrik, dan temperatur dalam satu perangkat untuk mendukung pemeriksaan sistem ventilasi dan HVAC.





