Box Compression Tester Cometech QC-121D2 membantu pengguna mengukur kekuatan tekan serta ketahanan tumpukan pada kardus, busa, styrofoam, dan kemasan berukuran besar. Mesin ini memberikan gaya kompresi secara terkontrol untuk mensimulasikan tekanan yang terjadi selama penyimpanan, penumpukan, pengiriman, dan penanganan logistik. Karena itu, perangkat ini cocok untuk industri kemasan, elektronik, logistik, manufaktur, laboratorium, dan quality control.
Fungsi Box Compression Tester Cometech
Cometech QC-121D2 menempatkan kemasan di antara pelat kompresi atas dan platform pengukuran. Selanjutnya, motor menggerakkan pelat untuk memberikan tekanan secara vertikal pada spesimen.
Beberapa sensor membaca distribusi beban selama pengujian. Sistem tersebut membantu mesin menghasilkan data yang lebih mendekati kondisi nyata saat kemasan menerima tekanan tidak merata dalam proses penumpukan.
Hasil pengujian menunjukkan gaya maksimum, perubahan bentuk, serta respons kemasan terhadap beban. Dengan demikian, pengguna dapat membandingkan desain kardus, struktur styrofoam, dan material pelindung dari beberapa batch produksi.
Kapasitas Pengujian 20 kN
QC-121D2 memiliki kapasitas maksimum 2.000 kg atau 20 kN. Kapasitas tersebut mendukung pengujian kemasan besar yang membutuhkan gaya tekan lebih tinggi daripada carton compression tester berukuran meja.
Load cell memiliki akurasi sekitar ±1% pada rentang 5–100% dari kapasitas sensor. Sementara itu, resolusi beban mencapai 1/10.000 dengan sistem pembacaan 23-bit.
Pemilihan kapasitas yang sesuai membantu laboratorium memperoleh hasil yang lebih stabil. Oleh karena itu, pengguna perlu memperkirakan gaya maksimum kemasan sebelum menjalankan pengujian.
Pilihan Ruang Pengujian
Cometech menyediakan dua pilihan ruang uji. Model QC-121D2 A memiliki area sekitar 100 × 100 × 120 cm, sedangkan model QC-121D2 B menyediakan ruang sekitar 120 × 120 × 120 cm.
Pilihan tersebut membantu pengguna menyesuaikan mesin dengan ukuran kardus, styrofoam, busa, atau container yang paling sering diuji. Model dengan ruang lebih besar cocok untuk kemasan elektronik dan produk industri berdimensi besar.
Sebelum menentukan model, pengguna perlu memeriksa panjang, lebar, dan tinggi maksimum spesimen. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan kemasan dapat masuk ke area uji dengan aman.
Pilihan Pelat Fixed dan U-Joint
Pelat kompresi atas dapat memakai tipe fixed atau U-joint. Pengguna dapat memilih konfigurasi berdasarkan tujuan pengujian dan karakteristik spesimen.
Pelat fixed mempertahankan posisi permukaan selama proses kompresi. Sebaliknya, sistem U-joint dapat menyesuaikan sudut kontak dengan permukaan atas kemasan.
Kemampuan tersebut membantu mesin menghadapi kemasan yang tidak sepenuhnya rata. Dengan demikian, gaya dapat tersebar secara lebih representatif pada permukaan spesimen.
Rentang Kecepatan Pengujian
QC-121D2 menyediakan pengaturan kecepatan dari 2 hingga 200 mm per menit. Akurasi kecepatannya mencapai sekitar ±1%.
Rentang tersebut memungkinkan pengguna menjalankan compression test dengan laju yang berbeda. Kecepatan rendah cocok untuk pengujian yang membutuhkan pembebanan bertahap, sedangkan kecepatan lebih tinggi membantu mempercepat pemeriksaan rutin.
Pengguna perlu menyesuaikan kecepatan dengan metode pengujian atau spesifikasi internal perusahaan. Parameter yang konsisten membantu laboratorium membandingkan hasil antarspesimen.
Pengukuran Gaya dan Tekanan
Sistem menyediakan beberapa satuan gaya, seperti gf, kgf, lbf, N, kN, ozf, dan ton-force. Selain itu, operator dapat melihat tekanan dalam satuan kPa, MPa, psi, bar, mmAq, dan mmHg.
Pilihan satuan tersebut membantu pengguna menyesuaikan tampilan dengan standar atau kebutuhan laporan. Dengan demikian, operator tidak perlu melakukan konversi manual setiap selesai melakukan pengujian.
Resolusi perpindahan mencapai sekitar 0,00125 mm. Data tersebut membantu pengguna mengamati perubahan posisi pelat dan deformasi kemasan selama proses kompresi.
Pengontrol dan Analisis Data
Pengontrol dapat menampilkan data dasar serta grafik pengujian. Operator dapat memantau perubahan gaya dan perpindahan selama mesin menekan kemasan.
Perangkat lunak komputer tersedia sebagai pilihan tambahan. Software tersebut membantu pengguna menyimpan hasil, menampilkan laporan, mengatur parameter, serta menjalankan analisis lanjutan.
Koneksi komputer menggunakan port RJ45 dengan komunikasi TCP/IP. Selain itu, sistem mendukung data sampling hingga sekitar 1.200 Hz untuk merekam perubahan selama pengujian.
Sistem Motor dan Keselamatan
Cometech QC-121D2 memakai DC motor untuk menggerakkan pelat kompresi. Motor tersebut membantu sistem mempertahankan pergerakan yang terkontrol selama pengujian.
Mesin memiliki batas gerak atas dan bawah agar pelat tidak melewati area aman. Selain itu, tombol emergency stop memungkinkan operator menghentikan proses dengan cepat saat terjadi kondisi tidak normal.
Fitur keselamatan tersebut membantu melindungi operator, load cell, sistem penggerak, dan spesimen. Namun, pengguna tetap perlu memastikan area pengujian bebas dari benda yang tidak diperlukan.
Kebutuhan Daya dan Instalasi
Mesin memakai listrik satu fase 200–240 VAC dengan kebutuhan arus sekitar 5 A. Pengguna perlu menyiapkan sumber listrik yang stabil sebelum proses instalasi.
Model A memiliki dimensi sekitar 162 × 100 × 195 cm dengan berat kurang lebih 800 kg. Sementara itu, model B berukuran sekitar 182 × 120 × 195 cm dengan berat sekitar 900 kg.
Karena ukuran dan bobotnya besar, mesin membutuhkan lantai yang kuat serta rata. Area instalasi juga perlu menyediakan ruang untuk pengoperasian, pemasangan spesimen, dan kegiatan perawatan.
Aplikasi Pengujian Kemasan
Box Compression Tester Cometech cocok untuk corrugated carton, kemasan elektronik, styrofoam, foam packaging, container besar, dan berbagai material pengepakan.
Produsen kemasan dapat memakainya untuk menguji kekuatan struktur kardus. Sementara itu, perusahaan elektronik dapat mengevaluasi kemampuan kemasan dalam melindungi monitor, televisi, panel, atau produk berdimensi besar.
Alat ini juga sesuai untuk laboratorium pengujian, perusahaan logistik, manufaktur, universitas, lembaga riset, dan tim quality control.




