Deskripsi
Protimeter MMS3 Moisture Meter untuk Inspeksi Material
Protimeter MMS3 Moisture Meter merupakan sistem pengukuran kelembapan 4-in-1 yang membantu teknisi mengevaluasi kondisi material dan lingkungan dalam satu perangkat. Model BLD9800 hadir sebagai Basic Instrument in Pouch, sehingga pengguna memperoleh unit MMS3 dengan aksesori dasar dan pouch untuk penyimpanan. Perangkat ini mendukung pemeriksaan kayu, drywall, masonry, beton, serta material bangunan lainnya.
MMS3 menggabungkan pengukuran moisture dengan pin, pengukuran non-invasif, pengukuran suhu permukaan menggunakan inframerah, serta fungsi hygrometer. Kombinasi tersebut membantu inspector memperoleh gambaran kondisi bangunan secara lebih menyeluruh. Dengan satu perangkat, teknisi dapat berpindah dari pemeriksaan material menuju evaluasi lingkungan tanpa mengganti alat utama.
Pengukuran Kadar Air dengan Pin
Mode pin moisture meter memungkinkan operator mengukur kadar air pada kayu dan nilai %WME pada material padat nonkonduktif lainnya. MMS3 menyediakan rentang pembacaan pin sebesar 6% hingga 100%, sedangkan nilai di atas 30% bersifat relatif. Sistem juga memiliki pemeriksaan kalibrasi bawaan untuk membantu memastikan kesiapan instrumen sebelum pengukuran.
Metode pin memberikan pengukuran yang lebih terarah pada titik tertentu. Operator dapat menempatkan probe pada area yang dicurigai mengalami peningkatan kelembapan, kemudian membaca hasil pada layar. Pendekatan ini berguna ketika teknisi membutuhkan informasi spesifik mengenai kondisi material, bukan sekadar indikasi kelembapan pada permukaan.
Pengukuran Non-Invasif pada Material
Selain probe pin, MMS3 menyediakan mode non-invasive RF moisture measurement. Sistem membaca kelembapan secara relatif tanpa harus menusukkan pin ke material. Rentangnya mencapai 60 hingga 999 relative, dengan kedalaman hingga sekitar 19 mm pada mode standar dan hingga 12 cm pada sensitivity mode, tergantung material yang diperiksa.
Fungsi non-invasif sangat berguna ketika teknisi ingin melakukan screening awal pada area yang luas. Operator dapat memindai permukaan terlebih dahulu untuk menemukan bagian yang menunjukkan indikasi kelembapan lebih tinggi. Setelah itu, pemeriksaan pin dapat memberikan data yang lebih terarah pada titik yang membutuhkan perhatian.
Sensitivity Mode untuk Pemeriksaan Lebih Dalam
MMS3 memiliki sensitivity mode yang meningkatkan kemampuan pengukuran non-invasif pada kedalaman tertentu. Fitur ini membantu teknisi melakukan pemeriksaan pada area yang mungkin memiliki kondisi berbeda antara permukaan dan bagian di bawahnya. Kedalaman aktual tetap bergantung pada jenis serta karakteristik material.
Penggunaan mode tersebut membuat proses survei lebih fleksibel. Teknisi dapat memulai pemeriksaan tanpa merusak permukaan, kemudian memilih area tertentu untuk analisis lanjutan. Alur kerja seperti ini cocok untuk inspeksi bangunan yang membutuhkan pemeriksaan cepat sebelum melakukan pengujian lebih detail.
Pengukuran Suhu Permukaan dengan Infrared
Protimeter MMS3 juga memiliki IR laser thermometer untuk mengukur suhu permukaan tanpa kontak langsung. Sensor inframerah mempunyai rasio 12:1 D:S dan rentang pengukuran sekitar -20°C hingga 80°C, dengan akurasi sekitar ±2°C. Fitur ini membantu teknisi memperoleh informasi suhu permukaan secara cepat.
Pengukuran suhu dapat membantu melengkapi evaluasi kelembapan. Perbedaan suhu permukaan dan kondisi udara dapat memengaruhi risiko kondensasi pada material. Oleh karena itu, data suhu menjadi salah satu parameter yang berguna ketika inspector mengevaluasi kondisi interior bangunan.
Mengukur Suhu dan Kelembapan Udara
MMS3 memiliki fungsi hygrometer untuk membaca relative humidity dan temperatur. Sensor kelembapan dapat diganti sehingga pengguna dapat mempertahankan fungsi pengukuran dalam penggunaan jangka panjang. Data hygrometer membantu teknisi memahami kondisi lingkungan yang berkaitan dengan kelembapan material.
Pada pengukuran RH, Protimeter mencantumkan akurasi nominal ±3% RH pada rentang 30–40% RH dan ±2% RH pada rentang 41–98% RH pada 20°C. Rentang temperatur hygrometer mencapai sekitar 0°C hingga 50°C dengan akurasi sekitar ±0,3°C.
Layar TFT Berwarna
MMS3 menggunakan 2,4-inch TFT color LCD dengan resolusi 320 × 240 piksel. Layar memiliki backlight dengan tingkat kecerahan yang dapat disesuaikan serta outdoor mode. Tampilan tersebut membantu operator membaca hasil pengukuran dalam kondisi pencahayaan yang berbeda.
Antarmuka perangkat juga mendukung beberapa bahasa. Pengoperasian yang sederhana membantu teknisi berpindah antarparameter tanpa proses yang rumit. Dengan tampilan warna, informasi hasil pengukuran dapat terlihat lebih jelas ketika operator bekerja di lapangan.
Penyimpanan hingga 10.000 Data
MMS3 mampu menyimpan hingga 10.000 hasil pengukuran dengan tanggal dan waktu. Sistem mendukung pencatatan manual maupun otomatis dari berbagai fungsi instrumen. Fitur ini membantu inspector menyimpan data survei tanpa harus mencatat seluruh hasil secara manual.
Perangkat juga mendukung konektivitas Bluetooth untuk live data streaming melalui aplikasi Protimeter. Pengguna dapat menyimpan data ke file atau memasukkan hasil pengukuran ke dalam gambar melalui aplikasi. Fitur tersebut membantu proses dokumentasi ketika teknisi harus membuat laporan kondisi bangunan.
Pemeriksaan Bangunan Lebih Terstruktur
Kemampuan MMS3 mencakup pengukuran material dan parameter lingkungan sehingga perangkat cocok untuk building survey. Inspector dapat memeriksa area yang dicurigai memiliki kelembapan tinggi, membandingkan hasil antarbagian, lalu mendokumentasikan temuan menggunakan sistem pencatatan data.
Pendekatan tersebut membantu teknisi membuat pemetaan kondisi yang lebih sistematis. Hasil pengukuran dapat menjadi dasar untuk menentukan area yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, perbaikan, atau pemantauan berkala. Dengan demikian, MMS3 tidak hanya berfungsi sebagai moisture meter sederhana.
Mendukung Pemeriksaan Beton dan Lantai
Kelembapan pada beton menjadi salah satu parameter penting sebelum pekerjaan lantai atau pelapisan tertentu. MMS3 dapat membantu teknisi melakukan screening moisture pada material berbasis mineral. Operator dapat memanfaatkan mode non-invasif untuk pemeriksaan awal dan memilih pengukuran yang lebih spesifik sesuai kebutuhan.
Data kelembapan membantu tim menentukan kondisi area sebelum melanjutkan pekerjaan. Dalam proyek renovasi atau konstruksi, informasi tersebut dapat mendukung keputusan teknis terkait kesiapan permukaan. Pengguna tetap perlu mengikuti metode dan standar proyek ketika menentukan batas penerimaan hasil pengukuran.
Cocok untuk Kayu dan Material Bangunan
MMS3 mendukung pengukuran pada wood, drywall, masonry, dan concrete. Pada kayu, mode pin dapat memberikan pembacaan moisture content secara langsung. Untuk material bangunan nonkayu, perangkat dapat memberikan nilai %WME atau pembacaan relatif sesuai mode yang digunakan.
Kemampuan tersebut membuat alat relevan untuk berbagai pekerjaan inspeksi. Teknisi konstruksi, building inspector, kontraktor restorasi, maupun profesional perawatan properti dapat memanfaatkan data moisture untuk menilai kondisi area tertentu sebelum menentukan tindakan.
Membantu Investigasi Kerusakan Akibat Air
Kebocoran, banjir, atau infiltrasi air dapat meningkatkan kadar air pada bagian tertentu dari bangunan. MMS3 membantu teknisi mencari area dengan indikasi kelembapan tinggi dan membandingkannya dengan bagian yang relatif kering. Data tersebut dapat membantu proses moisture mapping setelah kejadian water damage.
Pada pekerjaan restorasi, teknisi dapat melakukan pemeriksaan berulang untuk memantau perubahan kondisi material. Hasil pengukuran yang tersimpan juga memudahkan tim membandingkan data dari waktu ke waktu. Dengan cara tersebut, keputusan terkait proses pengeringan dapat memperoleh dukungan data yang lebih jelas.
Desain Portabel dalam Pouch
Model BLD9800 Basic menggunakan konfigurasi instrumen dalam pouch. Paket ini berbeda dari Basic Survey dan kit MMS3 lainnya yang membawa lebih banyak aksesori. Dokumentasi Protimeter mencantumkan BLD9800 sebagai Basic Instrument in Pouch, sehingga pengguna dapat memilih konfigurasi sesuai kebutuhan pekerjaan.
Bobot instrumen beserta baterai sekitar 309 gram. Ukuran dan bobot tersebut mendukung mobilitas ketika teknisi harus membawa alat selama survei. MMS3 juga menggunakan dua baterai AA alkaline sebagai sumber daya sehingga pengguna dapat melakukan penggantian baterai dengan mudah.
Solusi 4-in-1 untuk Building Diagnostics
Protimeter MMS3 Moisture Meter menggabungkan beberapa parameter pengukuran dalam satu perangkat, mulai dari moisture content hingga kelembapan udara dan temperatur. Sistem pencatatan data serta konektivitas Bluetooth turut mendukung kebutuhan dokumentasi inspeksi modern.
Dengan konfigurasi Basic Instrument in Pouch, MMS3 menjadi pilihan praktis bagi pengguna yang membutuhkan perangkat utama tanpa membawa seluruh aksesori tambahan. Fungsinya dapat mendukung building survey, pemeriksaan kelembapan material, investigasi water damage, moisture mapping, dan evaluasi kondisi bangunan secara lebih terstruktur.




