Pengertian & Prinsip Thermohygrometer

Thermohygrometer merupakan suatu alat yang menggabungkan instrumen untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, baik pada lingkungan tertutup maupun terbuka. Thermohygrometer mempunyai 2 buah termometer yaitu dry bulb dan wet bulb. Pada saat digunakan, dry bulb dikondisikan kering, sedangkan wet bulb dikondisikan basah dengan cara direndam dalam air. Prinsip kerja thermohygrometer bergantung pada fenomena penguapan dingin. Penguapan air dari permukaan memerangkap panas, menyebabkan suhu permukaan turun. Akibat penurunan suhu maka suhu wet bulb akan lebih rendah dibandingkan suhu dry bulb.
Nilai kelembaban udara ditentukan oleh perbedaan suhu antara dry bulb dan wet bulb. Kisaran suhu pada termometer adalah -40°C hingga 70°C dengan kisaran kelembapan 20% RH hingga 90% RH.

Thermohygrometer terbagi menjadi dua jenis utama:

1. Thermohygrometer Analog: Menggunakan mekanisme fisik untuk menunjukkan suhu dan kelembaban. Biasanya terdapat dua skala, satu untuk suhu dan satu lagi untuk kelembaban. Jarum penunjuknya bergerak berdasarkan perubahan suhu atau kelembaban. Meski tidak memberikan pembacaan yang tepat, jenis ini biasanya cukup akurat untuk kebanyakan kebutuhan dan lebih tahan terhadap kerusakan mekanis.

Thermohygrometer
Gambar 1.1 Thermometer Digital

2. Thermohygrometer Digital: Memberikan pembacaan suhu dan kelembaban dalam format digital, biasanya ditampilkan pada layar LCD. Keuntungan utama dari jenis ini adalah pembacaan yang tepat dan mudah dibaca, serta fitur tambahan seperti memori untuk merekam suhu dan kelembaban maksimum dan minimum, dan kadang-kadang juga alarm untuk memberi tahu jika suhu atau kelembaban melampaui batas tertentu.

Jual TFA Analog Thermo-Hygrometer Cat..No 45.2007 - PT Fedito Bahtera Abadi  - Bekasi , Jawa Barat | Indotrading
Gambar 1.2 Thermometer Analog

Fungsi Thermohygrometer

Dengan mengetahui suhu dan kelembapan, maka dapat mengurangi kerusakan pada sampel tertentu (tanaman dalam kultur jaringan) yang memerlukan suhu dan kelembapan tertentu untuk dapat bertahan hidup. Selain itu, suhu dan kelembapan juga penting untuk mengontrol kondisi laboratorium yang optimal (sekitar 20°C dan kelembapan 50-65%).

Proses Pengukuran dengan Thermohygrometer

Ada dua skala untuk mengukur termometer, satu untuk suhu dan satu lagi untuk kelembaban. Yang dimaksud adalah alat yang disebut psikometer, sejenis higrometer yang menggunakan prinsip dry bulb dan wet bulb untuk mengukur kelembapan udara. Dalam konteks ini, dry bulb mengacu pada termometer biasa untuk mengukur suhu udara, sedangkan wet bulb mengacu pada termometer yang sumbunya dibasahi dengan air dan dibiarkan menguap.
Saat air menguap dari sumbu basah termometer wet bulb, proses ini menyerap energi dalam bentuk panas, menyebabkan suhu termometer turun. Kedua termometer ini (dry bulb dan wet bulb) biasanya dipasang bersamaan dalam satu instrumen dan perbedaan suhu antara keduanya digunakan untuk menentukan kelembapan udara.
Jika udara sangat kering maka penguapan dari sumbu termometer wet bulb akan lebih besar sehingga suhunya akan lebih rendah dibandingkan dengan suhu pada termometer dry bulb. Sebaliknya, jika udara sudah sangat lembab (sedikit atau tidak ada ruang untuk kelembapan tambahan), penguapan dari sumbu termometer wet bulb akan minimal dan suhu akan sebanding dengan suhu pada termometer dry bulb.
Kelembaban relatif udara kemudian dapat ditentukan dengan mencari perbedaan suhu antara termometer dry bulb dan termometer wet bulb pada tabel kelembaban atau dengan menggunakan perhitungan matematis. Meskipun prosesnya mungkin tampak sedikit rumit, psikrometer adalah alat yang sangat efektif dan akurat untuk mengukur kelembapan di udara.

PT Global Intan Teknindo sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang system dan monitoring system, kami menjual alat Thermohygrometer serta dapat melakukan kalibrasi alat tersebut dengan kualitas terbaik dan pastinya dengan harga yang bersahabat. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat hubungi kami di :

PT. Global Intan Teknindo