Subsurface Mapping GPR GS9000 adalah sistem Ground Penetrating Radar (GPR) multichannel paling efisien dengan visualisasi 3D real-time. Proceq merancang GS9000 untuk memberikan pemetaan bawah tanah beresolusi tinggi dengan cakupan area yang luas dalam waktu singkat. Alat ini ideal untuk deteksi utilitas, inspeksi infrastruktur, survei geoteknik, dan berbagai aplikasi lainnya.
GS9000 dilengkapi dengan dua modul array yang dapat dipertukarkan (interchangeable array modules). Modul GX1 dengan frekuensi 500-3000 MHz, 35+15 channel, scan width 0.85 m, dan scan rate 27,500 scans/s untuk resolusi tinggi pada kedalaman dangkal. Modul GX2 dengan frekuensi 30-750 MHz, 11 channel, scan width 0.82 m, dan scan rate 22,000 scans/s untuk penetrasi yang lebih dalam. Anda dapat mengganti modul dengan cepat sesuai kebutuhan proyek, menjadikan GS9000 alat yang sangat serbaguna untuk berbagai kondisi lapangan.
Subsurface Mapping GPR GS9000 menawarkan fleksibilitas dan efisiensi yang unggul. Sebagai contoh, sistem ini dapat membuat peta 3D bawah tanah yang akurat saat Anda berjalan di atas area yang dipindai. Selanjutnya, data dapat diakses dari mana saja dan kapan saja melalui platform cloud. Tidak hanya itu, GNSS multiband (GPS + Glonass + Galileo + Beidou) dengan akurasi real-time 1-5 cm memastikan lokasi temuan yang presisi. Dengan demikian, GS9000 menjadi solusi ideal untuk konstruksi, teknik sipil, arkeologi, dan berbagai proyek yang membutuhkan akurasi dan efisiensi tinggi di seluruh Indonesia.
Mengapa Memilih Subsurface Mapping GPR GS9000?
Proceq merancang GS9000 sebagai sistem GPR multichannel yang menggabungkan teknologi canggih dengan kemudahan penggunaan. Pertama, teknologi Stepped-Frequency GPR memberikan bandwidth ultra-lebar dengan dua pilihan modul array yang dapat dipertukarkan. Kedua, jumlah channel yang sangat banyak (35 VV + 15 HH untuk GX1, dan 11 VV untuk GX2) memberikan resolusi spasial yang luar biasa. Ketiga, scan rate hingga 27,500 scans/s memungkinkan akuisisi data yang sangat cepat, mengurangi waktu di lapangan. Keempat, sistem GNSS multiband terintegrasi menangkap data lokasi secara bersamaan dengan data GPR, memungkinkan digitalisasi temuan lapangan langsung ke peta. Kelima, ketahanan baterai 6 jam dengan hot-swappable power bank mendukung pemindaian sepanjang hari kerja tanpa gangguan. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan proses pemetaan bawah tanah dan pengambilan keputusan proyek dengan data yang terpercaya.
GS9000 memiliki tingkat perlindungan IP65 yang membuatnya tahan debu dan percikan air. Dimensi 722×1178×443 mm dan berat 45 kg membuatnya kokoh namun tetap portabel dengan roda yang memudahkan pergerakan di lapangan. Alat ini juga kompatibel dengan berbagai standar dan pedoman internasional untuk pemetaan utilitas bawah tanah.
Cara Kerja Subsurface Mapping GPR GS9000
Prinsip kerja GS9000 didasarkan pada teknologi Stepped-Frequency Continuous Wave (SFCW) GPR. Alat ini memancarkan gelombang radio dengan rentang frekuensi yang sangat lebar ke dalam tanah (500-3000 MHz untuk GX1, 30-750 MHz untuk GX2). Gelombang ini merambat melalui material bawah permukaan dan memantul kembali ketika bertemu dengan perubahan sifat listrik pada antarmuka antara berbagai material, seperti pipa, kabel, rongga, atau lapisan tanah yang berbeda.
Antena array GS9000 menerima gelombang pantulan ini dan sistem memprosesnya untuk menghasilkan gambaran penampang bawah tanah (radargram). Dengan 35+15 channel pada GX1, GS9000 dapat menghasilkan resolusi spasial yang sangat tinggi dan cakupan area yang luas dalam satu kali pemindaian. Data yang terkumpul ditampilkan secara real-time pada layar iPad Pro yang terhubung melalui aplikasi Proceq GPR Subsurface.
Pengguna dapat melihat penampang 2D dan 3D dari bawah tanah saat berjalan di atas area yang dipindai. Data lokasi dari GNSS terintegrasi secara otomatis dengan data GPR, memungkinkan pembuatan peta digital yang akurat. Hasil pemindaian dapat langsung diekspor ke CAD atau GIS untuk perencanaan proyek lebih lanjut. Dua modul array yang dapat dipertukarkan memberikan fleksibilitas untuk berbagai kondisi lapangan, dari pencarian utilitas dangkal hingga investigasi geoteknik dalam.
Spesifikasi Teknis Subsurface Mapping GPR GS9000
Model: Proceq GS9000
Tipe: Ground Penetrating Radar (GPR) Multichannel untuk Pemetaan Bawah Tanah
Teknologi radar: Stepped-frequency Continuous-Wave GPR
Modul array: GX1 (500-3000 MHz) dan GX2 (30-750 MHz) – interchangeable
Jumlah channel GX1: 35 (VV) + 15 (HH)
Jumlah channel GX2: 11 (VV)
Channel spacing GX1: 2.5 cm (VV), 5.5 cm (HH)
Channel spacing GX2: 7.5 cm
Scan width GX1: 0.85 m
Scan width GX2: 0.82 m
Scan rate GX1: 27,500 scans/s
Scan rate GX2: 22,000 scans/s
Time window GX1: 45 ns
Time window GX2: 130 ns
Spatial interval: Hingga 100 scans/m
GNSS receiver: Multiband GPS + Glonass + Galileo + Beidou
Akurasi GNSS real-time: Typ. 1 – 5 cm
Dimensi (P x L x T): 722 × 1178 × 443 mm
Berat: 45 kg
Wheel encoders: 2 unit, pada roda belakang
Tingkat perlindungan: IP65
Catu daya: Off-the-shelf power bank (USB-C PD)
Aplikasi Subsurface Mapping GPR GS9000 di Berbagai Sektor
Kontraktor konstruksi dan utilitas menggunakan GS9000 untuk locating dan mapping utilitas bawah tanah skala besar. Sebagai contoh, pada proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta, tim menggunakan GS9000 dengan modul GX1 untuk memetakan jaringan pipa air dan kabel listrik bawah tanah di area seluas 10.000 m² dalam waktu kurang dari 4 jam. Hasil pemindaian 3D real-time membantu tim menghindari kerusakan infrastruktur yang ada dan mencegah kecelakaan kerja. Proyek berjalan lebih aman dan efisien tanpa penundaan yang tidak perlu.
Insinyur sipil dan geoteknik menggunakan GS9000 untuk survey geofisika dan investigasi bawah permukaan skala besar. Modul GX2 memberikan penetrasi yang lebih dalam untuk identifikasi lapisan tanah, rongga bawah tanah, dan struktur geologi lainnya. Data yang akurat membantu dalam perencanaan fondasi dan desain struktur untuk proyek-proyek besar seperti bendungan, jembatan, dan terowongan.
Arkeolog dan peneliti menggunakan GS9000 untuk eksplorasi situs purbakala skala luas tanpa melakukan penggalian yang merusak. Teknologi ini memungkinkan deteksi struktur bawah tanah, seperti fondasi bangunan kuno, makam, atau artefak lainnya. Pendekatan non-invasif ini menjaga integritas situs arkeologi sambil memberikan wawasan berharga tentang masa lalu.
Departemen pemeliharaan jalan dan infrastruktur menggunakan GS9000 untuk inspeksi jalan dan pavemen skala besar. Alat ini dapat mendeteksi rongga di bawah permukaan jalan, retakan, atau kerusakan struktural lainnya sebelum menjadi masalah yang lebih serius. Pemeliharaan preventif menjadi lebih efektif dan efisien.





