Hybrid Positioning System Topcon membantu surveyor menggabungkan pengukuran GNSS dan robotic total station dalam satu alur kerja. Sistem ini menempatkan receiver GNSS dan prisma pada satu rover pole agar operator dapat beralih antara pengukuran satelit dan optik. Karena itu, perangkat ini cocok untuk survei topografi, staking, layout konstruksi, pengukuran koordinat, dan pekerjaan lapangan dengan kondisi akses yang berubah.
Fungsi Hybrid Positioning System Topcon
Sistem ini memanfaatkan GNSS untuk menentukan posisi rover melalui sinyal satelit. Pada saat yang sama, robotic total station mengukur posisi prisma menggunakan metode optik.
Operator dapat memilih metode pengukuran berdasarkan kondisi lapangan. GNSS cocok untuk area terbuka dengan penerimaan satelit yang baik. Sementara itu, robotic total station membantu pengukuran di dekat bangunan, pepohonan, terowongan, dan area lain yang membatasi sinyal satelit.
Kombinasi tersebut membantu tim menjaga produktivitas tanpa sering mengganti perangkat. Dengan demikian, satu rover pole dapat mendukung dua metode positioning dalam satu pekerjaan.
Hybrid Lock untuk Mencari Prisma
Hybrid Lock memakai informasi posisi dari receiver GNSS untuk membantu robotic total station menemukan kembali prisma. Fitur ini berguna saat alat kehilangan line of sight akibat kendaraan, material proyek, bangunan, atau hambatan sementara.
Setelah sistem memperoleh perkiraan posisi rover dari GNSS, robotic total station dapat mengarahkan teleskop menuju area prisma. Dengan demikian, operator dapat melanjutkan pengukuran tanpa mencari target secara manual dalam waktu lama.
Fitur tersebut mendukung pekerjaan satu operator dan membantu mempercepat proses relock di lokasi yang padat.
Hybrid Switch untuk Pergantian Metode
Hybrid Switch memungkinkan operator berpindah antara pengukuran GNSS dan robotic total station melalui perangkat lunak lapangan. Operator dapat memakai GNSS saat bekerja di area terbuka, lalu beralih ke pengukuran optik saat memasuki area dengan gangguan satelit.
Pergantian tersebut tidak memerlukan penggantian rover pole atau pengaturan proyek baru. Oleh karena itu, tim dapat mempertahankan sistem koordinat dan alur kerja yang sama.
Fitur ini membantu pekerjaan pada proyek yang memiliki kombinasi area terbuka, bangunan tinggi, pepohonan, dan hambatan lainnya.
Hybrid Resection
Hybrid Resection membantu operator menentukan posisi robotic total station menggunakan data GNSS dari beberapa titik rover. Teknisi dapat menempatkan instrumen pada lokasi yang aman dan nyaman tanpa harus berdiri tepat di atas titik kontrol yang sudah diketahui.
Sistem kemudian memakai pengamatan GNSS untuk menghitung koordinat posisi alat. Dengan demikian, operator dapat memulai pekerjaan lebih cepat pada lokasi yang memiliki keterbatasan akses.
Metode ini juga membantu mengurangi waktu persiapan alat ketika titik kontrol sulit ditemukan atau tidak berada pada posisi pemasangan yang ideal.
Komponen Sistem Topcon
Konfigurasi Hybrid Positioning umumnya menggabungkan robotic total station Topcon, receiver GNSS ringan, prisma, rover pole, field controller, dan perangkat lunak MAGNET Field.
Receiver GNSS memberikan informasi posisi satelit, sedangkan prisma menjadi target pengukuran optik. Field controller membantu operator mengelola data, berpindah metode, menjalankan staking, dan menyimpan hasil pengukuran.
Konfigurasi akhir dapat berbeda sesuai model total station, receiver GNSS, controller, serta kebutuhan proyek. Oleh karena itu, pengguna perlu menentukan komponen sistem berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan.
Keunggulan Hybrid Positioning
Kombinasi GNSS dan robotic total station membantu operator menghadapi perubahan kondisi lapangan. Sistem tetap dapat bekerja saat salah satu metode mengalami keterbatasan.
Selain itu, penggunaan satu rover pole mengurangi kebutuhan membawa dua sistem pengukuran secara terpisah. Operator juga dapat mempertahankan satu file pekerjaan dan satu alur pengumpulan data.
Sistem ini mendukung survei satu operator, mempercepat pencarian prisma, dan mengurangi waktu perpindahan antarperangkat. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas tim lapangan.
Aplikasi Hybrid Robotic System
Hybrid Positioning System Topcon cocok untuk survei topografi, staking, layout bangunan, pengukuran utilitas, pekerjaan jalan, jembatan, fondasi, dan konstruksi infrastruktur.
Pengguna juga dapat memakainya untuk pengukuran batas, pengecekan elevasi, grade checking, monitoring proyek, dan pekerjaan pada area dengan penerimaan GNSS yang tidak konsisten.
Produk ini sesuai untuk surveyor, kontraktor, konsultan, perusahaan konstruksi, pertambangan, laboratorium, kampus, dan instansi pemerintah.
Jual Hybrid Positioning System Topcon
PT Global Intan Teknindo menyediakan Hybrid Positioning System Topcon untuk kebutuhan survei dan konstruksi di Indonesia. Konfigurasi sistem dapat menyesuaikan kebutuhan robotic total station, receiver GNSS, field controller, prisma, dan perangkat lunak.
Untuk informasi harga, pilihan perangkat, kompatibilitas sistem, pelatihan penggunaan, dan penawaran resmi, silakan hubungi PT Global Intan Teknindo.







