Jakarta Timur, Indonesia askgiteknindo@gmail.com +62 822-5870-0105
Menu Tutup

Resipod Concrete Resistivity Meter Proceq

Jika Anda berminat untuk membeli Resipod Concrete Resistivity Meter Proceq yang disediakan oleh PT Global Intan Teknindo, silakan langsung hubungi kami melalui:

PT. Global Intan Teknindo

Proceq Resipod merupakan concrete resistivity meter canggih untuk pengujian resistivitas listrik beton secara cepat dan non-destruktif. Screening Eagle mengembangkan alat ini sebagai solusi all-in-one dengan probe Wenner 4-titik terintegrasi yang dirancang untuk mengukur resistivitas permukaan beton baik di laboratorium maupun di lapangan. Resipod hadir untuk menilai risiko korosi tulangan, mengevaluasi durabilitas beton, mengontrol kualitas campuran, serta memantau efektivitas perawatan beton. Selain itu, Resipod terhubung langsung ke perangkat melalui koneksi USB. Pengguna pun dapat mentransfer data dengan mudah ke PC untuk analisis lebih lanjut.

Teknologi Wenner probe pada Resipod bekerja dengan mengalirkan arus listrik melalui empat elektroda yang ditempatkan pada permukaan beton. Perbedaan potensial yang terukur menghasilkan nilai resistivitas yang berkorelasi langsung dengan permeabilitas beton. Hasil pengukuran berupa nilai resistivitas dalam satuan kΩcm dengan rentang pengukuran hingga 1000 kΩcm dan resolusi tertinggi di kelasnya, yaitu ±0.2 kΩcm dengan arus nominal 200 μA. Resipod tersedia dalam dua varian jarak probe, yaitu 38 mm merancang khusus untuk standar AASHTO T358-15 dan 50 mm yang sangat rekomendasi untuk pengujian beton umum di lapangan. Selanjutnya, desain yang ringkas dengan bobot hanya 318 gram dan konstruksi kedap air (waterproof) memudahkan proses pengujian di berbagai kondisi lingkungan, baik di laboratorium maupun di lokasi proyek yang menantang. Layar pada instrumen menampilkan hasil pengukuran secara langsung dengan fungsi hold, save, dan delete yang memudahkan pengelolaan data di lapangan.

Mengapa Memilih Proceq Resipod?

Screening Eagle mengembangkan Resipod sebagai concrete resistivity meter yang mengutamakan akurasi, kemudahan penggunaan, dan fleksibilitas.

Pertama, teknologi 4-point Wenner probe terintegrasi memberikan pengukuran resistivitas yang akurat dan andal. Kedua, resolusi tertinggi di kelasnya (±0.2 kΩcm) memastikan hasil pengukuran yang presisi. Ketiga, dua pilihan jarak probe (38 mm dan 50 mm) memberikan fleksibilitas untuk berbagai standar dan aplikasi. Keempat, desain ringkas dan kedap air memungkinkan pengujian di berbagai kondisi lingkungan. Kelima, perangkat lunak ResipodLink menyediakan manajemen data yang mudah dan export data dalam berbagai format. Keenam, daya tahan baterai >50 jam mendukung pekerjaan lapangan yang panjang. Ketujuh, kepatuhan terhadap standar internasional (AASHTO T358-15, ASTM 1876, CSA A23.2-19, EN 12390-19:2021) memastikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedelapan, dibuat di Swiss dengan kualitas dan presisi tinggi.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Resipod membantu insinyur, kontraktor, dan peneliti memperoleh data resistivitas beton secara cepat, akurat, dan andal.

Aplikasi Proceq Resipod di Dunia Nyata

Insinyur menggunakan Resipod untuk menilai risiko korosi pada tulangan baja di struktur beton. Resistivitas beton yang rendah mengindikasikan tingginya risiko korosi karena ion klorida dan kelembaban dapat dengan mudah menembus beton. Sebaliknya, resistivitas yang tinggi menunjukkan beton yang lebih tahan terhadap korosi. Pengukuran resistivitas membantu insinyur mengidentifikasi area kritis yang memerlukan perbaikan atau perlindungan tambahan.

Selain itu, kontraktor memanfaatkan Resipod untuk kontrol kualitas beton selama proses konstruksi. Pengujian resistivitas memberikan indikasi langsung tentang permeabilitas beton, yang merupakan faktor kunci dalam durabilitas jangka panjang. Dengan pengujian yang cepat dan non-destruktif, kontraktor dapat memantau konsistensi kualitas beton secara real-time dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Di sisi lain, peneliti material menggunakan Resipod untuk mengevaluasi kinerja material semen alternatif dan bahan tambahan (SCM). Bulk resistivity testing dengan Resipod memungkinkan penilaian perkembangan mikro struktur beton secara akurat. Penelitian menunjukkan bahwa bulk resistivity testing dengan Resipod memiliki variabilitas rendah, dengan koefisien variasi mendekati 3% pada hari ke-7 dan ke-28 dalam kondisi standar.

Resipod juga efektif untuk memeriksa distribusi serat baja pada beton bertulang serat (SFRC). Pengukuran resistivitas listrik dapat mengkarakterisasi variasi sifat listrik pada beton bertulang serat logam secara non-destruktif, menjadikan Resipod alat yang sempurna untuk aplikasi ini.

Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, pengguna dapat melihat panduan teknis, pembaruan firmware, serta dokumentasi resmi Proceq Resipod di situs resmi Screening Eagle.

Spesifikasi

Spesifikasi Detail
Model Proceq Resipod
Merek Proceq / Screening Eagle
Teknologi 4-Point Wenner Probe Terintegrasi
Jarak Probe 38 mm (1.5″) atau 50 mm (2″)
Rentang Pengukuran 1 hingga 1000 kΩcm (tergantung jarak probe)
Resolusi (Arus 200 μA) ±0.2 kΩcm atau ±1% (mana yang lebih besar)
Resolusi (Arus 50 μA) ±0.3 kΩcm atau ±2% (mana yang lebih besar)
Frekuensi 40 Hz
Metode Pengujian Surface Resistivity (SR) dan Bulk Resistivity (BR)
Dimensi 197 x 53 x 69.7 mm
Berat 318 g
Tingkat Perlindungan Waterproof (kedap air)
Suhu Operasi 0° hingga 50°C
Sumber Daya Baterai internal (pengisian USB-C)
Daya Tahan Baterai >50 jam
Konektivitas USB-C (pengisian dan transfer data)
Fitur Instrumen Hold, Save, Delete, on-board memory
Perangkat Lunak ResipodLink untuk PC
Standar Kepatuhan AASHTO T358-15, ASTM 1876, CSA A23.2-19, EN 12390-19:2021
Garansi 2 tahun (elektronik), 6 bulan (mekanik), hingga 3 tahun tambahan
Negara Produksi Swiss

Fitur Unggulan

  • Teknologi 4-Point Wenner Probe Terintegrasi: Probe terintegrasi penuh untuk pengukuran resistivitas beton secara non-destruktif.
  • Resolusi Tertinggi di Kelasnya: ±0.2 kΩcm dengan arus nominal 200 μA untuk hasil pengukuran yang presisi.
  • Dua Pilihan Jarak Probe: 38 mm untuk standar AASHTO T358-15 dan 50 mm untuk pengujian beton umum di lapangan.
  • Dua Metode Pengujian: Surface resistivity test dan bulk resistivity test untuk berbagai kebutuhan pengujian.
  • Desain Ringkas & Kedap Air: Bobot hanya 318 gram dengan konstruksi waterproof untuk pengujian di berbagai kondisi lingkungan.
  • Fungsi Hold, Save, dan Delete: Pengelolaan data langsung di instrumen untuk efisiensi di lapangan.
  • Perangkat Lunak ResipodLink: Manajemen data, pengaturan parameter, dan export data dalam berbagai format.
  • Daya Tahan Baterai Luar Biasa: >50 jam operasional dengan pengisian melalui port USB-C.
  • Kepatuhan Standar Internasional: Memenuhi AASHTO T358-15, ASTM 1876, CSA A23.2-19, dan EN 12390-19:2021.
  • Diproduksi di Swiss: Kualitas dan presisi tinggi dengan garansi 2 tahun standar.

Aplikasi

Proceq Resipod memiliki beragam aplikasi di berbagai sektor konstruksi dan infrastruktur. Berikut adalah beberapa skenario aplikasi utama:

Penilaian Risiko Korosi Tulangan

Resipod digunakan untuk menilai risiko korosi pada tulangan baja di struktur beton. Resistivitas beton yang rendah mengindikasikan tingginya risiko korosi karena ion klorida dan kelembaban dapat dengan mudah menembus beton. Sebaliknya, resistivitas yang tinggi menunjukkan beton yang lebih tahan terhadap korosi. Pengukuran resistivitas membantu insinyur mengidentifikasi area kritis yang memerlukan perbaikan atau perlindungan tambahan. Pengujian ini jauh lebih cepat dan ekonomis dibandingkan metode RCPT (Rapid Chloride Permeability Test) yang merusak sampel.

Kontrol Kualitas Beton saat Konstruksi

Kontraktor memanfaatkan Resipod untuk kontrol kualitas beton selama proses konstruksi. Pengujian resistivitas memberikan indikasi langsung tentang permeabilitas beton, yang merupakan faktor kunci dalam durabilitas jangka panjang. Dengan pengujian yang cepat dan non-destruktif, kontraktor dapat memantau konsistensi kualitas beton secara real-time dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Pengujian dapat dilakukan pada silinder beton standar di laboratorium maupun langsung pada struktur di lapangan.

Evaluasi Material Semen Alternatif dan SCM

Peneliti material menggunakan Resipod untuk mengevaluasi kinerja material semen alternatif dan bahan tambahan (SCM). Bulk resistivity testing dengan Resipod memungkinkan penilaian perkembangan mikro struktur beton secara akurat. Penelitian menunjukkan bahwa bulk resistivity testing dengan Resipod memiliki variabilitas rendah, dengan koefisien variasi mendekati 3% pada hari ke-7 dan ke-28 dalam kondisi standar. Metode ini mendukung standar ASTM C1952 yang baru untuk penentuan Bulk Resistivity Index pada mortar cubes.

Pemeriksaan Distribusi Serat Baja pada SFRC

Resipod efektif untuk memeriksa distribusi serat baja pada beton bertulang serat (SFRC). Pengukuran resistivitas listrik dapat mengkarakterisasi variasi sifat listrik pada beton bertulang serat logam secara non-destruktif. Hal ini menjadikan Resipod alat yang sempurna untuk memastikan distribusi serat yang optimal dalam struktur beton.

Penelitian dan Pengembangan Material

Resipod digunakan dalam berbagai program penelitian untuk mengevaluasi material baru dan mengembangkan campuran beton yang lebih tahan lama. Dengan kemampuan mengukur resistivitas secara akurat dan konsisten, Resipod membantu peneliti memahami hubungan antara komposisi material, mikro struktur, dan durabilitas jangka panjang.

Studi Kasus: Evaluasi SCM dengan ASTM C1952

Sebuah program penelitian menggunakan Resipod untuk mengevaluasi berbagai bahan tambahan semen (SCM) sesuai dengan standar ASTM C1952 yang baru. Mortar cubes disiapkan dan diuji untuk bulk resistivity menggunakan Resipod sebelum pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SCM reaktif secara konsisten menghasilkan nilai Bulk Resistivity Index (BRI) yang lebih tinggi dibandingkan filler inert, bahkan ketika perbedaan kekuatan relatif kecil. Bulk resistivity testing dengan Resipod menunjukkan variabilitas rendah dengan koefisien variasi mendekati 3% pada hari ke-7 dan ke-28 dalam kondisi standar. Data gabungan ini memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang kinerja material dibandingkan pengujian kekuatan saja, mendukung peralihan industri menuju spesifikasi berbasis kinerja untuk durabilitas beton.