Jakarta Timur, Indonesia askgiteknindo@gmail.com +62 822-5870-0105
Menu Tutup

Matest Anvil for verification C390

Jika Anda berminat untuk membeli Matest Anvil for verification C390 yang disediakan oleh PT Global Intan Teknindo, silakan langsung hubungi kami melalui:

PT. Global Intan Teknindo

Matest C390 merupakan anvil for verification (anvil kalibrasi) berkualitas tinggi yang memiliki rancangan khusus untuk memverifikasi akurasi concrete test hammer (rebound hammer). Matest memproduksi anvil for verification ini dari paduan baja khusus (special steel alloy) untuk menjamin konsistensi dan ketahanan terhadap penggunaan berulang. C390 hadir untuk memastikan bahwa concrete test hammer menghasilkan pembacaan yang akurat dan sangat handal sebelum dan sesudah pengujian di lapangan. Alat ini menjadi komponen wajib dalam prosedur kalibrasi sesuai standar EN 12504-2. Pengguna cukup meletakkan hammer pada permukaan anvil dan melakukan serangkaian pengujian untuk memverifikasi konsistensi hasil rebound.

Standar EN 12504-2 secara spesifik mewajibkan penggunaan anvil baja referensi untuk pengujian hammer. Standar ini mengatur prosedur verifikasi yang jelas. Sebelum memulai serangkaian pengujian pada permukaan beton, teknisi mengambil dan mencatat pembacaan menggunakan anvil baja referensi. Teknisi memeriksa pembacaan tersebut untuk memastikan semuanya berada dalam kisaran yang direkomendasikan oleh pabrikan. Jika pembacaan berada di luar kisaran, teknisi membersihkan dan/atau menyesuaikan hammer sebelum digunakan. Setelah menyelesaikan pengujian, teknisi kembali mengambil pembacaan menggunakan anvil baja, mencatatnya, dan membandingkannya dengan pembacaan sebelum pengujian. Jika hasilnya berbeda secara signifikan, teknisi membersihkan dan/atau menyesuaikan hammer serta mengulangi pengujian. Prosedur ini menjamin keakuratan dan konsistensi pengukuran di lapangan.

Mengapa Memilih Matest C390 sebagai Anvil for Verification?

Matest mengembangkan C390 sebagai anvil for verification yang mengutamakan akurasi, ketahanan, dan kepatuhan terhadap standar internasional.

Pertama, kepatuhan terhadap standar EN 12504-2 memastikan prosedur verifikasi yang valid dan sesuai dengan persyaratan internasional. Kedua, material paduan baja khusus memberikan ketahanan terhadap deformasi dan keausan akibat penggunaan berulang. Ketiga, dimensi Ø150 x 220 mm dan berat 16 kg menjamin stabilitas selama proses verifikasi. Keempat, prosedur verifikasi yang terstandarisasi membantu teknisi memastikan akurasi hammer sebelum dan sesudah pengujian. Kelima, konstruksi yang kokoh menjamin keandalan jangka panjang untuk penggunaan di laboratorium dan lapangan. Keenam, diproduksi sepenuhnya oleh Matest dengan kontrol kualitas yang ketat untuk presisi dan konsistensi tinggi.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Matest C390 membantu teknisi laboratorium, insinyur sipil, dan petugas kontrol kualitas memperoleh data kalibrasi yang akurat dan andal.

Aplikasi Matest C390 Anvil for Verification di Dunia Nyata

Teknisi laboratorium menggunakan Matest C390 anvil for verification untuk memverifikasi kalibrasi concrete test hammer sebelum digunakan untuk pengujian beton. Prosedur verifikasi ini menjamin bahwa hammer memberikan pembacaan yang akurat dan konsisten, sehingga hasil pengujian kekuatan beton dapat diandalkan.

Insinyur kontrol kualitas memanfaatkan C390 untuk memeriksa akurasi hammer secara berkala di lapangan. Pengujian verifikasi rutin membantu mendeteksi penyimpangan kalibrasi sejak dini, mencegah kesalahan pengukuran yang dapat menyebabkan kegagalan struktur. Prosedur verifikasi sebelum dan sesudah pengujian memastikan konsistensi hasil.

Laboratorium pengujian material menggunakan C390 sebagai bagian dari sistem manajemen mutu untuk memastikan kepatuhan terhadap standar EN 12504-2. Penggunaan anvil for verification yang terstandarisasi membantu laboratorium mempertahankan akreditasi dan kepercayaan klien.

Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, pengguna dapat melihat panduan teknis, prosedur verifikasi, serta dokumentasi resmi Matest C390 anvil for verification di situs resmi Matest.

Spesifikasi

Spesifikasi Detail
Model Matest C381
Merek Matest
Tipe Low-impact rock classification hammer
Impact Energy 0,735 Joule (Nm)
Rentang Pengukuran 10 – 60 N/mm²
Spesimen Batuan NX core diameter 54,7 mm (dengan rock cradle A121)
Berat 2 kg
Metode Pengujian Rebound hammer (non-destruktif)
Aksesori Rock cradle A121 (terpisah) untuk spesimen EX hingga NX
Standar Kepatuhan ASTM D5873, ISRM, EN 12504-2, ASTM C805, DIN 1048, BS 1881:202, NF P18-417
Aplikasi Utama Klasifikasi batuan, penilaian kualitas batuan, eksplorasi tambang, geoteknik

Fitur Unggulan

  • Kepatuhan Standar ASTM D5873 & ISRM: Perangkat dirancang sesuai dengan standar internasional untuk pengujian rebound hardness dan klasifikasi batuan.
  • Low Impact Energy 0,735 Joule: Impact energy rendah untuk pengujian batuan yang aman dan tidak merusak spesimen.
  • Rentang Pengukuran 10-60 N/mm²: Mencakup berbagai jenis batuan dari lunak hingga sedang.
  • Desain Ringkas & Portabel: Bobot hanya 2 kg untuk mobilitas maksimal di lapangan dan laboratorium.
  • Metode Non-Destruktif: Memungkinkan pengujian berulang pada spesimen yang sama tanpa merusak sampel.
  • Kompatibel dengan Rock Cradle A121: Dapat digunakan dengan rock cradle untuk pengujian spesimen inti batuan standar NX 54,7 mm.
  • Pengujian Sepanjang Spesimen: Mendapatkan rata-rata pembacaan yang representatif dari seluruh panjang spesimen.
  • Diproduksi Sepenuhnya oleh Matest: Komponen terpilih dan proses manufaktur yang akurat menjamin presisi tinggi dan hasil yang konsisten.
  • Memenuhi Berbagai Standar: ASTM D5873, ISRM, EN 12504-2, ASTM C805, DIN 1048, BS 1881:202, dan NF P18-417.
  • Ideal untuk Geologi & Pertambangan: Cocok untuk klasifikasi batuan, eksplorasi tambang, dan analisis geoteknik.

Aplikasi

Matest C381 memiliki beragam aplikasi di berbagai sektor geologi, pertambangan, dan konstruksi. Berikut adalah beberapa skenario aplikasi utama:

Klasifikasi Batuan Berdasarkan Kekuatan

C381 digunakan untuk mengklasifikasikan batuan berdasarkan ketahanannya terhadap impact. Pengujian rebound hardness membantu mengidentifikasi zona batuan lunak, sedang, atau keras dalam suatu formasi geologi. Informasi ini sangat penting untuk perencanaan konstruksi, eksplorasi tambang, dan analisis stabilitas lereng. Metode ini sesuai dengan standar ASTM D5873 dan ISRM.

Eksplorasi Tambang dan Penilaian Kualitas Batuan

Insinyur tambang memanfaatkan C381 untuk menilai kualitas batuan di lokasi penambangan. Pengujian cepat di lapangan membantu menentukan apakah batuan layak untuk ditambang atau memerlukan perlakuan khusus. Deteksi dini terhadap zona batuan lemah memungkinkan perencanaan tambang yang lebih aman dan efisien.

Analisis Geoteknik untuk Proyek Infrastruktur

Konsultan geoteknik menggunakan C381 untuk penilaian kualitas batuan pada proyek infrastruktur seperti terowongan, bendungan, dan pondasi gedung. Data klasifikasi batuan yang akurat membantu insinyur merancang struktur yang aman dan tahan lama. Hal ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan durabilitas proyek jangka panjang.

Pengujian Spesimen Inti Batuan di Laboratorium

C381 efektif untuk pengujian spesimen inti batuan di laboratorium. Dengan rock cradle A121, pengguna dapat menguji spesimen inti batuan standar NX secara konsisten dan berulang untuk mendapatkan data klasifikasi yang representatif. Pengujian sepanjang spesimen memastikan rata-rata pembacaan yang akurat.

Penelitian dan Pengembangan Material Batuan

C381 digunakan dalam penelitian geologi dan pengembangan material batuan. Perangkat ini memungkinkan pengujian yang cepat dan berulang untuk mengevaluasi karakteristik berbagai jenis batuan.

Studi Kasus: Klasifikasi Batuan untuk Proyek Terowongan

Sebuah proyek pembangunan terowongan di Sumatera menggunakan Matest C381 untuk mengklasifikasikan batuan di sepanjang jalur terowongan. Tim geoteknik mengambil spesimen inti batuan NX dari setiap segmen pengeboran eksplorasi. Mereka menguji setiap spesimen menggunakan C381 dengan rock cradle A121 sesuai standar ASTM D5873. Hasil pengujian menunjukkan variasi nilai rebound dari 25 hingga 55, yang dikonversi menjadi klasifikasi batuan dari lunak hingga keras. Data ini digunakan untuk merancang sistem penyangga terowongan yang sesuai untuk setiap segmen. Pada segmen dengan batuan lunak (nilai rebound < 30), tim merancang penyangga yang lebih kuat untuk mencegah keruntuhan. Deteksi dini terhadap zona batuan lemah memungkinkan perencanaan konstruksi yang lebih aman dan efisien, menghemat biaya perbaikan dan memastikan keselamatan pekerja. Data pengujian dicatat untuk dokumentasi proyek dan verifikasi kepatuhan terhadap standar geoteknik.