Magnetic Extensometer Geokon Model 1900 adalah alat ukur yang dirancang untuk mengukur penurunan (settlement) atau pengangkatan (heave) tanah lunak akibat pengaruh pembebanan atau pelepasan beban dari konstruksi tanggul, timbunan, bangunan, pondasi, dan struktur lainnya.
Sistem ini bekerja dengan menurunkan probe ke dalam tabung pemandu teleskopik untuk mendeteksi dan mengukur posisi angkur magnetik yang ditempatkan di sekitar tabung pemandu pada berbagai kedalaman sepanjang lubang bor atau di dalam timbunan. Angkur pelat (plate anchors) digunakan pada timbunan, sedangkan angkur “laba-laba” (spider anchors) digunakan pada lubang bor. Hasil pengukuran menjadi indikator utama pergerakan tanah dan keamanan proyek konstruksi.
Magnetic Extensometer Geokon Model 1900 menawarkan fleksibilitas dan keandalan pengukuran yang unggul. Sebagai contoh, probe memiliki dimensi 178 mm × 19 mm yang ringkas, memungkinkan pengukuran pada lubang bor dengan diameter 102 mm hingga 216 mm. Selanjutnya, resolusi pengukuran mencapai 1 mm dengan repeatability ±3 mm, memberikan data yang akurat dan dapat diandalkan. Tidak hanya itu, rentang suhu operasi mencapai -30°C hingga +80°C, mendukung penggunaan di berbagai kondisi lingkungan. Dengan demikian, magnetic extensometer Geokon Model 1900 menjadi solusi ideal untuk proyek geoteknik, konstruksi tanggul, pemantauan timbunan, dan inspeksi stabilitas struktur di seluruh Indonesia.
Mengapa Memilih Magnetic Extensometer Geokon Model 1900?
Perancang merancang Magnetic Extensometer Geokon Model 1900 sebagai alat ukur penurunan tanah yang andal dan presisi. Pertama, resolusi pengukuran mencapai 1 mm dengan repeatability ±3 mm, memberikan data yang sangat akurat untuk analisis pergerakan tanah. Kedua, probe berukuran ringkas (178 mm × 19 mm) memungkinkan pengukuran pada lubang bor dengan diameter 102 mm hingga 216 mm. Ketiga, rentang suhu operasi yang lebar (-30°C hingga +80°C) mendukung penggunaan di berbagai kondisi iklim. Keempat, tersedia berbagai pilihan panjang kabel (30 m, 50 m, 100 m, 150 m, 200 m) untuk menyesuaikan dengan kedalaman pengukuran yang berbeda. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan proses pemantauan pergerakan tanah dan struktur dengan data yang terpercaya.
Cara Kerja Magnetic Extensometer Geokon Model 1900
Prinsip kerja alat ini didasarkan pada deteksi posisi angkur magnetik yang tertanam di dalam tanah atau timbunan. Operator memasang tabung pemandu teleskopik di dalam lubang bor atau timbunan. Angkur magnetik dipasang pada kedalaman yang telah ditentukan di sekitar tabung pemandu.
Untuk melakukan pengukuran, operator menurunkan probe ke dalam tabung pemandu. Probe memiliki sensor yang mendeteksi medan magnet dari angkur yang terpasang di sekeliling tabung. Ketika probe melewati angkur, sensor akan mendeteksi perubahan medan magnet dan mencatat posisi kedalaman angkur tersebut.
Spesifikasi Teknis Magnetic Extensometer Geokon Model 1900
Model: Geokon 1900
Tipe: Magnetic Extensometer (Ekstensometer Magnetik)
Resolusi: 1 mm
Repeatability: ±3 mm
Rentang suhu operasi: -30°C hingga +80°C
Diameter lubang bor: 102 mm hingga 216 mm
Dimensi probe (P x Ø): 178 × 19 mm
Panjang kabel: 30 m, 50 m, 100 m, 150 m, 200 m (pilihan)
Jenis angkur: Plate anchors (untuk timbunan), Spider anchors (untuk lubang bor)
Aplikasi: Pengukuran settlement/heave pada tanggul, timbunan, bangunan, pondasi, dan struktur lainnya
Opsi kustomisasi: Tersedia sesuai kebutuhan proyek spesifik
Garansi: 1 tahun (free parts & service) dari Giteknindo
Aplikasi Magnetic Extensometer Geokon Model 1900 di Berbagai Sektor
Insinyur geoteknik menggunakan alat ini untuk pemantauan penurunan tanah pada proyek konstruksi tanggul dan jalan tol. Sebagai contoh, pada proyek jalan tol di Jawa Barat, teknisi memasang angkur magnetik pada berbagai kedalaman di bawah tanggul. Pengukuran dilakukan setiap bulan menggunakan probe. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan tanah yang sesuai dengan desain, memberikan keyakinan pada tim proyek bahwa konstruksi aman.
Industri pertambangan menggunakan alat ini untuk pemantauan timbunan limbah tambang. Pemasangan angkur di dalam timbunan memungkinkan deteksi pergerakan massa tanah secara real-time. Data pergerakan membantu tim geoteknik menentukan stabilitas timbunan dan mencegah kegagalan.
Konsultan struktur menggunakan alat ini untuk pemantauan pondasi bangunan bertingkat. Pengukuran berkala memberikan data tentang penurunan pondasi seiring waktu. Departemen R&D juga menggunakan alat ini untuk mengembangkan metode pemantauan pergerakan tanah baru. Oleh karena itu, Magnetic Extensometer Geokon Model 1900 menjadi instrumen kunci dalam pemantauan geoteknik, quality control konstruksi, dan penelitian pergerakan tanah.




