Jakarta Timur, Indonesia askgiteknindo@gmail.com +62 822-5870-0105
Menu Tutup

GNSS Meter Worldsensing

Jika anda berminat untuk membeli alat GNSS Meter Worldsensing yang disediakan oleh Global Intan Teknindo, silahkan anda langsung hubungi kami melalui :

PT. Global Intan Teknindo

Worldsensing menghadirkan GNSS Meter sebagai sensor nirkabel yang memungkinkan pengukuran otomatis pergerakan titik permukaan dengan presisi milimeter. Perangkat ini menggunakan teknologi Real-Time Kinematic (RTK) multi-band canggih dan pemrosesan edge inovatif untuk memberikan akurasi tinggi dengan keandalan luar biasa. GNSS Meter hadir untuk memantau pergerakan tanah dan struktur pada tambang terbuka, bendungan tailing, lereng, rel kereta api, jalan, dan berbagai infrastruktur sipil lainnya.

Presisi Milimeter untuk Pemantauan Andal

GNSS Meter mencapai akurasi sub-sentimeter hingga 2 mm horizontal dan 3 mm vertikal untuk nilai agregasi 24 jam. Perangkat ini menyediakan pembaruan posisi setiap jam dengan dua tingkat agregasi: 6 jam dan 24 jam. Teknologi RTK multi-band mendukung penerimaan sinyal dari berbagai konstelasi satelit, termasuk GPS/QZSS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou, dengan total 184 kanal GNSS. Kombinasi ini memastikan ketersediaan dan keandalan posisi yang tinggi di berbagai kondisi lapangan.

Fungsi Fleksibel sebagai Base dan Rover

GNSS Meter beroperasi secara fleksibel sebagai base station maupun mobile rover. Sebagai base station, perangkat menerima sinyal satelit dan menyediakan data koreksi untuk rover di sekitarnya. Sebagai rover, perangkat menggunakan data koreksi dari base station untuk menentukan posisi dengan akurasi tinggi. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna membangun sistem pemantauan yang dapat sesuai dengan kebutuhan proyek, mulai dari satu titik pemantauan hingga jaringan luas dengan banyak sensor.

Komunikasi Nirkabel Jarak Jauh

GNSS Meter menggunakan teknologi LoRa untuk mentransmisikan data secara nirkabel tanpa bergantung pada koneksi seluler atau internet. Jangkauan komunikasi mencapai hingga 15 km di area terbuka. Data posisi tersedia dalam format koordinat geodetik dengan tiga tingkat pelaporan: sampel jam terakhir, agregasi 6 jam, dan agregasi 24 jam. Sinkronisasi waktu GNSS mencapai ketelitian lebih baik dari 50 ms. Pengguna dapat mengonfigurasi perangkat melalui Worldsensing App, CMT Edge untuk deployment lokal, atau CMT Cloud untuk deployment multi-proyek.

Tiltmeter dan Sensor Lingkungan Terintegrasi

GNSS Meter dilengkapi dengan tiltmeter 3 sumbu terintegrasi yang mengukur kemiringan terhadap arah gravitasi dengan rentang ±90°. Sensor ini memberikan data pergerakan vertikal struktur dan menyediakan informasi tambahan saat kondisi RTK tidak tersedia. Sensor lingkungan terintegrasi meliputi sensor suhu dan kelembaban untuk memantau kondisi internal perangkat dan meningkatkan akurasi data.

Daya Tahan Baterai dan Ketahanan Lingkungan

GNSS Meter menggunakan 4 baterai D-size 3,6V yang dapat diganti pengguna dengan kepadatan energi tinggi. Perkiraan masa pakai baterai mencapai lebih dari 3 tahun tergantung pada waktu pemanasan dan konfigurasi. Dengan waktu pemanasan 10 detik, base station dapat bertahan 3,1 tahun dan rover 3,5 tahun. Perangkat ini memiliki tingkat perlindungan IP68 dan beroperasi pada suhu -40°C hingga 80°C, sehingga cocok untuk berbagai kondisi lingkungan ekstrem. Desain antena GNSS low-profile memungkinkan pemasangan pada rel kereta api tanpa mengganggu operasional.

Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, pengguna dapat melihat datasheet teknis, panduan pemasangan, serta dokumentasi resmi GNSS Meter Worldsensing di situs resmi Worldsensing.

Spesifikasi

Spesifikasi Detail
Model GNSS Meter (LSG7GNS-SXLH / LSG7GNS-SXLH-RAI)
Merek Worldsensing
Sensor Utama GNSS Multi-band RTK
Sensor Sekunder Tiltmeter 3-axis MEMS, suhu, kelembaban
Akurasi (24h Agregasi) 2 mm horizontal, 3 mm vertikal
Kanal GNSS 184
Konstelasi Satelit GPS/QZSS: L1C/A, L2C; GLONASS: L1OF, L2OF; Galileo: E1-B/C, E5b; BeiDou: B1I, B2I
Teknologi Koreksi Real-Time Kinematic (RTK)
Rentang Tiltmeter ±90°
Periode Pelaporan 1 jam (dengan agregasi 6h dan 24h)
Format Pelaporan Koordinat geodetik (WGS84)
Sinkronisasi Waktu >50 ms (GNSS)
Komunikasi LoRa radio (ISM sub GHz)
Jangkauan Komunikasi Hingga 15 km (area terbuka)
Sumber Daya 4 x 3,6 V D-size user-replaceable batteries
Masa Pakai Baterai >3 tahun (tergantung konfigurasi)
Waktu Pemanasan 10 s, 20 s, atau 30 s (selectable)
Suhu Operasi -40°C hingga 80°C
Tingkat Perlindungan IP68
Antena GNSS low-profile external
Konfigurasi Worldsensing App, CMT Edge, CMT Cloud
Aplikasi Utama Pemantauan penurunan tanah, subsidensi, stabilitas lereng, rel kereta api, bendungan tailing, tambang terbuka

Fitur Unggulan

  • Presisi Milimeter RTK: Akurasi 2 mm horizontal dan 3 mm vertikal untuk nilai agregasi 24 jam dengan teknologi Real-Time Kinematic multi-band.
  • Konfigurasi Fleksibel Base & Rover: Beroperasi sebagai base station atau mobile rover sesuai kebutuhan pemantauan.
  • 184 Kanal GNSS Multi-Konstelasi: Mendukung GPS/QZSS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou untuk ketersediaan sinyal tinggi.
  • Tiltmeter 3 Sumbu Terintegrasi: Mengukur kemiringan ±90° untuk data pergerakan vertikal saat kondisi RTK tidak tersedia.
  • Sensor Lingkungan Terintegrasi: Sensor suhu dan kelembaban internal untuk memantau kondisi perangkat.
  • Komunikasi LoRa Jarak Jauh: Transmisi data nirkabel hingga 15 km tanpa ketergantungan pada koneksi seluler atau internet.
  • Masa Pakai Baterai >3 Tahun: Operasi mandiri jangka panjang dengan 4 baterai D-size 3,6V yang dapat diganti.
  • Tahan Lingkungan Ekstrem: Tingkat perlindungan IP68 dan suhu operasi -40°C hingga 80°C.
  • Antena GNSS Low-Profile: Desain ramping untuk pemasangan pada rel kereta api tanpa mengganggu operasional.
  • Konfigurasi Nirkabel: Pengaturan perangkat melalui Worldsensing App, CMT Edge, atau CMT Cloud.
  • Integrasi dengan Sensor Lain: Kompatibel dengan piezometer, inclinometer, dan sensor geoteknik lainnya untuk solusi pemantauan komprehensif.

Aplikasi

GNSS Meter Worldsensing memiliki beragam aplikasi di berbagai sektor pemantauan geoteknik dan infrastruktur. Berikut adalah beberapa skenario aplikasi utama:

Pemantauan Penurunan Tanah dan Subsidensi

Insinyur menggunakan GNSS Meter untuk melacak pergerakan tanah 3D pada struktur, fondasi, dan infrastruktur. Dengan presisi milimeter, perangkat ini sangat ideal untuk memantau penurunan pada bendungan tailing, jalan, rel kereta api, tanggul, abutmen jembatan, dermaga, bangunan, dan penggalian bawah tanah. Pengguna dapat menggabungkan GNSS Meter dengan piezometer, ekstensometer, dan sistem pemantauan penurunan lainnya untuk pemantauan yang komprehensif.

Pemantauan Stabilitas Lereng dan Tambang Terbuka

GNSS Meter memantau pergerakan lereng, tambang terbuka, dan area tidak stabil dengan presisi milimeter. Perangkat ini terintegrasi secara mulus dengan jaringan Worldsensing untuk memberikan data real-time tentang pergerakan tanah. Aplikasi ini sangat penting untuk keselamatan operasi tambang dan pencegahan longsor yang dapat membahayakan pekerja dan infrastruktur.

Pemantauan Rel Kereta Api

GNSS Meter dengan antena low-profile dirancang khusus untuk pemantauan rel kereta api. Perangkat ini melacak pergerakan horizontal dan vertikal rel, termasuk penurunan dan pengangkatan, serta menyediakan titik referensi absolut untuk kalibrasi sensor lain dan metode survei. Desain antena yang ramping memungkinkan pemasangan tanpa mengganggu operasional kereta api.

Pemantauan Subsidensi Pesisir dan Reklamasi Lahan

GNSS Meter memantau pergerakan tanah 3D seperti subsidensi pesisir atau pergeseran akibat batuan mengembang dan tanah ekspansif. Perangkat ini kompatibel dengan teknik geospasial seperti InSAR atau Total Station untuk pemantauan yang komprehensif. Aplikasi ini mencakup proyek reklamasi lahan, subsidensi tambang, dan manajemen pengangkatan tanah.

Integrasi dengan Sensor Geoteknik Lainnya

GNSS Meter terintegrasi dengan berbagai sensor geoteknik lainnya seperti piezometer, inclinometer, ekstensometer, dan sistem pemantauan penurunan. Kombinasi ini memberikan solusi pemantauan yang komprehensif untuk proyek-proyek besar, memungkinkan insinyur memahami perilaku tanah dan struktur secara holistik.

Studi Kasus: Pemantauan Bendungan Tailing di Amerika Selatan

Sebuah perusahaan pertambangan di Amerika Selatan menggunakan GNSS Meter Worldsensing untuk memantau stabilitas bendungan tailing. Tim memasang 15 unit GNSS Meter di sekitar bendungan, dengan beberapa berfungsi sebagai base station dan lainnya sebagai rover. Perangkat ini mengirimkan data posisi secara real-time melalui jaringan LoRa ke gateway, kemudian ke CMT Cloud untuk analisis. Dengan akurasi 2 mm horizontal dan 3 mm vertikal, sistem mendeteksi pergerakan tanah sekecil 5 mm yang mengindikasikan potensi ketidakstabilan. Peringatan dini memungkinkan tim mengambil tindakan mitigasi sebelum terjadi kegagalan bendungan, melindungi lingkungan dan masyarakat di sekitar area tambang. Masa pakai baterai lebih dari 3 tahun memungkinkan pemantauan tanpa gangguan tanpa perlu penggantian baterai yang sering.