Jakarta Timur, Indonesia sales@giteknindo.id +62 822-5870-0105
Menu Tutup

Mengenal Uji Slump Test

Ringkasan Eksekutif

Uji Slump Test (Uji Keruntuhan Beton) adalah metode pengujian empiris standar di lokasi proyek dan pabrik batching plant untuk mengukur tingkat konsistensi, kelecakan, dan kemampuan kerja (workability) campuran beton segar (fresh concrete). Dilaksanakan mengacu pada standar ASTM C143 / C143M dan SNI 1972:2008, pengujian ini mengukur besarnya penurunan vertikal massa kerucut beton setelah cetakan logam Kerucut Abrams (tinggi 300 mm) diangkat tegak lurus selama 5 ± 2 detik. Nilai slump yang dihasilkan menjadi indikator kontrol kualitas utama untuk memverifikasi rasio air-semen (water-cement ratio / w/c), mencegah segregasi kerikil, serta memastikan beton dapat mengalir padat mengisi sela-sela tulangan baja.

1. Prinsip Fundamental dan Dimensi Standar Kerucut Abrams

Uji slump pertama kali dirancang oleh Duff Abrams pada tahun 1918. Peralatan standar yang disyaratkan meliputi:

  • Kerucut Abrams (Slump Cone): Cetakan logam terpancung (truncated cone) non-reaktif setebal minimal 1,5 mm dengan dimensi standar: Tinggi = 300 mm (12 in), Diameter Dasar Bawah = 200 mm (8 in), dan Diameter Bukaan Puncak Atas = 100 mm (4 in).
  • Batang Pemadat (Tamping Rod): Batang baja bulat pejal berdiameter 16 mm (5/8 in) dengan panjang 600 mm (24 in) dan salah satu ujungnya dibuat bulat setengah bola (hemispherical tip).
  • Pelat Alas (Base Plate): Pelat baja datar kaku berpermukaan licin non-absorptif dengan klem pengunci kaki kerucut.
Pengujian Mutu Beton Kuat Tekan dan Slump Test Giteknindo
Gambar 1: Rangkaian pengujian mutu beton segar (Slump Test) dan kuat tekan silinder/kubus (Compression Machine)

2. Formulasi Matematis Nilai Slump & Toleransi Keberterimaan SNI

Nilai keruntuhan vertikal dihitung secara langsung di lapangan dan dibandingkan dengan toleransi desain:

1. Formula Pengukuran Nilai Slump (Δh):

Nilai Slump (Δh) = hcetakan - hbeton runtuh
Nilai Slump = 300 mm - hpusat beton

Keterangan:
hcetakan = Tinggi nominal cetakan kerucut Abrams (300 mm / 12 inci)
hpusat beton = Ketinggian titik pusat permukaan atas spesimen beton yang runtuh (mm)

2. Batas Toleransi Nilai Slump Lapangan (SNI 2847 / ACI 117 / ASTM C94):

- Slump Rencana ≤ 50 mm (2 in): Toleransi yang diizinkan = ± 15 mm
- Slump Rencana 50 mm s/d 100 mm (2 – 4 in): Toleransi yang diizinkan = ± 25 mm (± 1 in)
- Slump Rencana > 100 mm (> 4 in): Toleransi yang diizinkan = ± 35 mm (± 1,5 in)

3. Prosedur Pelaksanaan Uji Slump Sesuai SNI 1972:2008 & ASTM C143

Pelaksanaan pengujian harus mematuhi tahapan ketat berikut untuk mencegah deviasi pembacaan:

  1. Persiapan: Bersihkan dan basahi permukaan dalam kerucut serta pelat alas dengan kain lembap. Letakkan kerucut di atas pelat alas dan injak kedua kupingan pijakan kaki kerucut secara kokoh.
  2. Pengisian 3 Lapisan (Layering): Isi kerucut dalam 3 lapis volume yang sama:
    - Lapisan 1: Isi setinggi ± 67 mm (± sepertiga volume kerucut), tusuk 25 kali merata dengan batang pemadat secara spiral dari pinggir ke tengah.
    - Lapisan 2: Tambah beton hingga setinggi ± 155 mm, tusuk 25 kali merata hingga ujung batang menembus ± 25 mm ke lapisan pertama.
    - Lapisan 3: Isi hingga meluap di atas puncak kerucut, tusuk 25 kali menembus ke lapisan kedua. Jika beton menyusut saat penusukan, segera tambahkan adukan beton baru.
  3. Perataan Puncak: Ratakan permukaan atas beton menggunakan batang perata dengan gerakan mengikis melingkar, lalu bersihkan tumpahan beton di sekitar pelat dasar.
  4. Pengangkatan Kerucut: Angkat kerucut tegak lurus ke atas dengan gerakan stabil tanpa memutar atau menggoyang cetakan dalam durasi 5 ± 2 detik.
  5. Pengukuran: Balikkan kerucut dan letakkan di sebelah beton runtuh. Tempatkan batang pemadat mendatar di atas puncak kerucut terbalik, lalu ukur jarak dari bawah batang ke titik tengah permukaan beton yang runtuh.

4. 3 Pola Bentuk Keruntuhan Slump dan Interpretasi Kualitasnya

Bentuk keruntuhan beton memberikan informasi visual mendalam mengenai homogenitas pasta semen dan agregat:

Tipe Keruntuhan Slump Ciri Visual Keruntuhan Interpretasi Karakteristik Campuran Tindakan di Lapangan
1. True Slump (Keruntuhan Sejati) Beton turun secara simetris dan mempertahankan profil kerucut utuh. Campuran sangat homogen, kohesif, proporsi air-semen seimbang, dan workability ideal. Diterima (Valid); lanjutkan proses pengecoran ke bekisting.
2. Shear Slump (Keruntuhan Geser) Sebagian massa beton meluncur/terbelah miring ke satu sisi secara asimetris. Campuran kurang kohesi, segregasi agregat kasar, atau penusukan tidak merata. Tidak Valid; uji wajib diulang segera dengan sampel beton segar yang baru.
3. Collapse Slump (Keruntuhan Runtuh) Beton runtuh amblas total menyebar menjadi lempengan datar (Δh > 220 mm). Campuran kelebihan air (rasio w/c terlalu tinggi) atau overdosis superplasticizer; risiko bleeding ekstrem. Ditolak (Reject); beton tidak layak digunakan pada struktur beban tinggi.

5. Rekomendasi Nilai Slump Berdasarkan Jenis Elemen Struktur

Nilai slump yang ditargetkan harus disesuaikan dengan metode penempatan dan kerapatan besi tulangan:

  • Pondasi Telapak Masif & Dinding Caisson: Slump 25 mm – 75 mm (memerlukan vibrator beton intensif).
  • Kolom, Balok, dan Pelat Lantai Gedung: Slump 75 mm – 125 mm (workability optimal tanpa risiko keropos sarang lebah / honeycomb).
  • Beton Cor Pompa (Pumped Concrete): Slump 125 mm – 175 mm (didukung aditif High Range Water Reducer untuk kelancaran pipa pompa).
  • Self-Compacting Concrete (SCC): Tidak menggunakan uji slump vertikal standar, melainkan diuji menggunakan Slump-Flow Diameter (target sebaran aliran: 550 – 750 mm).

Penyedia Alat Uji Beton & Laboratorium Mekanika Bahan PT Global Intan Teknindo

PT Global Intan Teknindo menyediakan perangkat Slump Test Set Standar ASTM C143 / SNI 1972:2008 lengkap, mesin uji tekan beton 2000 kN, cetakan silinder/kubus, serta peralatan NDT beton terakreditasi.

Keunggulan Slump Test Set Kami:

  • Material Baja Paduan Anti-Karat: Kerucut Abrams presisi, pelat dasar dengan klem kokoh, dan batang tamping rod berujung bulat standar ASTM.
  • Paket Lengkap Siap Proyek: Termasuk sendok scoop aluminium, mistar ukur baja milimeter, sikat kawat pembersih, dan wadah portabel.
  • Layanan Kalibrasi & Uji Laboratorium: Pengujian kuat tekan beton umur 7, 14, 28 hari dan kalibrasi load cell mesin tekan ISO 17025.

Dapatkan peralatan kontrol mutu beton terbaik untuk proyek konstruksi Anda:

Hubungi Sales Uji Beton (+62 822-5870-0105)

Kesimpulan

Uji Slump Test beton adalah garda terdepan dalam pengendalian mutu beton segar di dunia konstruksi. Dengan kepatuhan ketat terhadap metode penusukan 3 lapis SNI 1972:2008 dan analisis cermat terhadap pola keruntuhan True Slump, insinyur dapat menjamin workability beton yang sempurna demi menghasilkan struktur bangunan yang kuat, padat, dan tahan lama.

Butuh Produk & Jasa Geoteknik Terpercaya?